Atur Tarif Atas dan Bawah Taksi Online, Ini Penjelasan Menhub

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pemerintah telah merevisi Peraturan Menteri (PM) Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017, tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek alias taksi online. Dalam aturan ini ada 9 subtansi yang diatur diantaranya tarif batas atas dan batas bawah taksi online.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan penetapan tarif batas bawah untuk menjaga agar tidak ada monopoli dalam usaha baik online maupun reguler.

"Akankah mau murah tapi ada satu memonopili. Murah berlebihan ada hubungannya dengan upaya memonopoli. Kita ingin kesetaraan, sama," ungkapnya di Kantornya, Jumat (20/10/2017).

Menurutnya, saat ini banyak taksi online yang menetapkan tarif murah menggunakan diskon dan itu tujuannya untuk monopoli. Oleh sebab itu dirinya menetapkan batasan bawah ini agar setara online dengan reguler.

"Jadi kalau ada istilah orang bayar uang diskon sesaat, jangan dilakukan di Indonesia, jadi murahnya semu. Kita ingin sekali semua hidup berdampingan, ada online ada eksisting berikan pola-pola pendapatan baru online bagus sekali," jelasnya.

Sementara itu, penetapan batas atas tarif taksi online dilakukan untuk melindungi penumpang karena banyak yang berfikir bila tarif online lebih murah dan ternyata di saat-saat tertentu justru mahal.

"Apa yang kita lakukan melindungi penumpang, juga melindungi para supir-supir yang sudah memiliki mobil-mobil bisa eksis, bisa mendapatkan penghasilan-penghasilan yang layak," katanya.

Lanjut Menhub Budi, hal yang dilakukan kali ini khususnya batas bawah dan batas atas tarif taksi untuk melindungi masyarakat dan menjaga persaingan usaha agar tetap sehat.

"Apa yang kita lakukan melindungi penumpang juga melindungi para supir-supir yang sudah memiliki lobi-lobi bisa eksis bisa mendpaatkab penghasilan layak," tukasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI