AWS Asia Pacific Bisa Ciptakan 24.700 Lapangan Kerja

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Amazon Web Services Inc (AWS) dibukanya secara resmi AWS Asia Pacific (Jakarta) Region. Dengan demikian mulai hari ini, para pengembang, startups, wirausahawan dan perusahaan-perusahaan berskala besar, serta pemerintah, dunia pendidikan serta organisasi-organisasi nirlaba dapat menjalankan aplikasi-aplikasi serta melayani pelanggan-pelanggan mereka dari kumpulan beberapa pusat data yang berlokasi di Indonesia. Mereka juga dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi-teknologi AWS guna mendorong lahirnya inovasi-inovasi.

Dengan dibukanya AWS Asia Pacific (Jakarta) Region, AWS juga merilis studi terbarunya tentang dampak ekonomi dari investasi pembangunan dan operasional AWS Asia Pacific (Jakarta) Region baru ini diharapkan akan menciptakan 24.700 lapangan pekerjaan, baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan estimasi nilai investasi yang direncanakan sebesar 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 71 triliun bagi perekonomian Indonesia. Dalam kurun waktu 15 tahun ke depan, AWS Asia Pacific (Jakarta) Region baru ini diestimasikan juga akan berkontribusi terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar 10,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp 155 triliun.

“AWS dengan penuh suka-cita mengumumkan dibukanya Region baru kami di Asia Pasifik guna membantu berbagai institusi, startup-startup inovatif, dan perusahaan-perusahaan terkemuka dunia yang ada di Indonesia, menghadirkan aplikasi-aplikasi yang didukung oleh cloud untuk turut menjadi motor pembangunan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia. Organisasi-organisasi dari berbagai industri di Indonesia saat ini dapat mengambil keuntungan dari kehadiran AWS Asia Pacific (Jakarta) Region seperti biaya yang lebih rendah, meningkatkan agilty, dan mendorong lahirnya inovasi-inovasi,” kata Vice President of Infrastructure Services, AWS Prasad Kalyanaraman di Jakarta, Selasa (14/12/2021).

Sementara itu Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, infrastruktur yang dikembangkan oleh penyedia cloud terkemuka di dunia memainkan peran penting dalam mempercepat pertumbuhan perekonomian digital kita. “Kami berharap teknologi cloud AWS akan membantu kami mencapai visi dan tujuan yang digariskan dalam cetak biru Sistem Pembayaran Indonesia 2045, mendigitalkan sepenuhnya sistem pembayaran nasional dan mengintegrasikan banyak pemangku kepentingan dan kegiatan ekonomi di bawah prinsip panduan keamanan dan perlindungan data,” ujarnya.

Dengan diluncurkannya AWS Asia Pacific (Jakarta) Region, AWS memiliki 84 Availability Zone di 26 wilayah geografis secara global, dan memililki rencana untuk mengumumkan peluncuran 24 Availability Zone lagi serta delapan AWS Region lainnya di Australia, Kanada, India, Israel, Selandia Baru, Spanyol, Swiss, dan Uni Emirat Arab. AWS Region terdiri dari Availability Zone yang menempatkan infrastruktur di lokasi geografis yang terpisah dan berbeda.

Availability Zone terletak cukup jauh satu sama lain untuk mendukung kelangsungan bisnis pelanggan, namun cukup dekat untuk menyediakan latensi rendah bagi aplikasi-aplikasi dengan ketersediaan tinggi yang menggunakan beberapa Availability Zone. Setiap Availability Zone memiliki daya, pendinginan, dan keamanan fisik independen serta terhubung melalui jaringan redundan dengan latensi ultra-rendah. Pelanggan AWS yang berfokus pada ketersediaan tinggi dapat merancang aplikasi mereka untuk berjalan di beberapa Availability Zone untuk mencapai toleransi kesalahan yang lebih besar.

Peluncuran AWS Region di Indonesia menghadirkan latensi yang bahkan lebih rendah di seluruh negeri bagi pelanggan dan mendukung aplikasi pemulihan bencana untuk kelangsungan bisnis.

Sementara iti, CTO, MNC Group. Yudi Hamka mengatakan, kapabilitas yang terdapat pada AWS Cloud berhasil meningkatkan performa MNC Portal Indonesia, dan ini berimbas pada meningkatnya pengalaman bagi pemirsanya. AWS mendukung keberhasilan kami dalam mentransformasi bisnis media dan semoga kesuksesan yang sama nantinya juga akan kami rasakan di lini bisnis layanan finansial digital.

“Kami berharap dapat merasakan kapabilitas-kapabilitas AWS yang canggih, seperti analitik dan machine learning dalam memahami kebutuhan seluruh pelanggan, memprediksi tren-tren maupun preferensi mereka di masa yang akan datang, serta menghadirkan solusi bagi kendala finansial yang mereka hadapi dengan penuh makna. Kehadiran AWS Asia Pacific (Jakarta) Region akan menjadi instrumen dalam mewujudkan ini semua dengan mengusung keamanan yang tinggi dengan tingkat latensi yang minimal, dan ini amat penting maknanya bagi industri layanan finansial,” paparnya.

Sementara itu CEO, PT Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi mengatakan, PT Pos Indonesia (Persero), penyedia layanan pos nasional, menggandeng AWS menjadi bagian dalam perjalanan transformasi digital yang tengah ditempuh. “Dengan hadirnya AWS Asia Pacific (Jakarta) Region tentu akan sangat membantu kami dalam menyelaraskan dan mewujudkan transformasi digital yang menjadi prioritas perusahaan maupun bagi masyarakat dalam menghadirkan layanan publik yang membawa manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Dengan menerapkan digitalisasi dan automasi pada proses-proses yang dahulu dilaksanakan secara tradisional, serta gencarnya ekspansi bisnis yang didukung dengan pengembangan aplikasi-aplikasi digital memiliki peran penting bagi keberhasilan strategi PT Pos Indonesia (Persero) ke depannya. PT Pos Indonesia (Persero) berencana akan memindahkan workload krusial maupun yang ada di inti, termasuk workload untuk aplikasi transfer uang secara digital, ke AWS yakni tepatnya di AWS Asia Pacific (Jakarta) Region. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI