Bakal Gelar Operasi Lilin, Polisi Tunggu Laporan Intelejen

JAKARTA, KRJOGJA.com – Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan mereka masih menunggu informasi intelijen untuk menentukan strategi pengamanan Operasi Lilin. Operasi Lilin akan digelar untuk mengamankan perayaan hari Natal dan Tahun Baru. 

"Nanti berdasarkan hasil analisa intelejen, seperti apa pengamanannya. Setelah dapat dari analisa intelijen, nanti dari Asisten Operasi Kapolri (Asokpori) akan merencanakan berapa personil yang akan diterjunkan," ujar Argo dalam keterangannya, Senin (2/12/2019).

Argo mengatakan pengamanan dilakukan untuk mencegah potensi kejahatan dan menciptakan rasa aman bagi masyarakat. Tak hanya itu, pengamanan juga termasuk mengatur lalu lintas di momen libur nasional.

"Misalnya untuk mengamankan jalur lalu lintas agar kegiatan akhir tahun tidak terjadi kemacetan, kejahatan. Jadi nanti semua kita lakukan pengamanan," katanya. 

Argo mengatakan pihaknya belum memastikan titik-titik yang menjadi pusat keamanan. Berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, polisi akan merapatkan penjagaan di pusat keramaian hingga tempat ibadah nasrani. 

"Kami akan lakukan pengamanan di tempat ibadah saat malam Natal dan hari Natal seperti tahun lalu," kata Argo.

Pengamanan juga ada di terminal, pusat perbelanjaan, pasar juga ada di mall-mall, dan di tempat rekreasi.

Polisi Ganti Pola Pendidikan

Pola kekerasan yang umumnya terjadi dalam pendidikan dan pembentukan polisi, kini sudah tidak ada lagi. Hal ini ditegaskan oleh Kepala lembaga Pendidikan dan Latihan (Kalemdiklat) Polri Komjen Pol Drs Arief Sulistyanto MSi di hadapan wartawan yang mewawancarinya usai memimpin serah terima jabatan Gubernur Akpol dari Irjen Pol Drs Achmat Juri MHum kepada Irjen Pol Drs Fiandar di Lapangan Bhayangkara Komplek Akpol Semarang, Senin (25/11/2019).

Arief mengungkapkan sejak kepemimpinannya sebagai Kalemdiklat Polri, meniadakan tindakan-tindakan yang bisa mengarah pada kekerasan terhadap peserta didik atau siswa sekolah kepolisi. Baik itu Sekolah Calon Tamtama, Bintara maupun Perwira Kepolisian negara Republik Indonesia.

"Tidak hanya yang dilakukan oleh pelatih atau pengasuh, melainkan ini juga berlaku bagi senior kepada yuniar. Tidak ada lagi kekerasan atau perploncoan. Semua pendidikan harus berbasis humanis", tegas Komjen Pol Drs Arief Sulistanto MSi.

Menghilangkan kekerasan dalam proses pendidikan mencetak kepolisian negara menurutnya tidak hanya sekadar himbauan, namun juga disertai pengawasan. Siapa pun yang melanggar menurutnya akan beri tindakan sanksi tegas.

Ke depan diakuinya tugas Polri semakin berat dan dihadapkan pada fenomena tantangan yang makin berkembang, oleh karenanya pihaknya menekankan peningkatan profesionalitas dalam mendidik untuk menghasilkan polisi yang profesional dan berkualitas dalam mengabdikan diri pada bangsa dan negara.

Dalam amanat serah terima jabatan Gubernur Akpol, Komjen Pol Drs Arief Sulistyanto MSi menyampaikan terima kasihnya kepada pejabat lama, Irjen Pol Drs Achmat Juri MHum yang sebentar lagi memasuki masa pensiun. Sedangkan kepada Irjen Pol Drs Fiandar, mengucapkan selamat menjalankan tugas pebabdian baru di AKPOL.

Sebelumnya, Irjen Pol Drs Fiandar menjabat sebagai Karobindiklat Lemdiklat Polri. Lulusan Akpol 1987 ini pernah menjabat sebagai Wakapolres Pare-Pare Polda Sulawesi Selatan dan Wakapolres Pati Polda Jateng.

Kepada wartawan, Gubernur Akpol yang baru saja dilantik ini mengaku tidak memiliki target apa-apa kecuali akan bekerja lebih baik dan profesional untuk mengabdikan di kepada masyarakat dan bangsa sebaga bhayangkara negara.(*)

BERITA REKOMENDASI