Bakteri Rusak Lukisan Gua Tertua Dunia di Makassar

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pengkaji Balai Pelestarian Cagar Budaya Sulawesi Selatan, Rustan Lebe mengatakan lukisan tertua adegan figur setengah manusia dan hewan (therianthropes) berusia 44.000 tahun di Makassar terancam hilang akibat pengelupasan dan bakteri yang dibawa oleh pengunjung Gua Leang Bulu Sipong 4.

"Pengaruh bakteri-bakteri yang dibawa oleh pengunjung maupun debu dan asap yang sempat menyentuh ruangan [Gua Leang Bulu Sipong 4] cukup berbahaya. Malah, salah satu bakteri memiliki sifat yang dapat merubah warna pigmen [gambar]," tuturnya.

"Kalau kita lihat dari sisi pengelupasan, sebagian besar [gambar] memang terjadi pengelupasan. Seperti gambar beberapa ekor jenis babi dan anoa itu seharusnya kalau tidak terkelupas, bakal tergambar secara utuh juga," sambung Rustan.

Tak hanya proses pengelupasan dan terjangkit bakteri, secara mikrobiologi gambar tertutupi oleh debu dan asap yang masuk ke dalam gua.

Rustan pun mengakui ia dan tim belum dapat membendung debu dan asap itu karena belum memiliki alat canggih. Saat ini tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Sulsel hanya mengandalkan pembersihan secara manual.

Guna menjaga kelestarian gambar therianthropes yang sedang berburu hewan mamalia besar dengan tombak maupun tali, Rustan tengah melakukan kerjasama yang intens dengan PT Semen Tonasa.

Perusahaan semen itu diketahui tengah melakukan reklamasi lahan di sekitar Gua Leang Bulu Sipong 4 yang berada di wilayah karst Maros-Pangkep, Makassar, Sulawesi Selatan. (*)

BERITA REKOMENDASI