Balitbang Perhubungan Harus Ikuti Perkembangan Isu Transportasi

MAKASSAR, KRJOGJA.com – Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) sebagai salah satu lembaga pengkajian ilmiah harus terus berupaya mengikuti tingkat perkembangan isu strategis di bidang transportasi, baik nasional maupun internasional.

"Saat ini kita dihadapkan pada era digital, tidak terkecuali di sektor transportasi. Perkembangan ini yang harus diikuti oleh SDM dan para peneliti di Badan Litbang Perhubungan," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, Ir. Umiyatun Hayati Triastuti saat memberi pengarahan pada serah terima hasil studi Puslitbang Laut, Sungai dan Danau, di Makassar, Selasa (12/12/2017).

Hayati mengingatkan, jika SDM dan para peneliti tidak mengikuti perkembangan teknologi yang semakin canggih maka Badan Litbang akan ditinggalkan. "Jadi kita harus melakukan sesuatu yang bisa memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa, terutama di sektor transportasi," ujarnya.

Hayati mengakui, saat ini SDM dan peneliti Badan Litbang Perhubungan yang menguasai teknologi jumlahnya masih terbatas. Meski demikian, ia tetap berharap agar kinerja tenaga yang ada bisa dioptimalkan dengan menggandeng sejumlah peneliti dari kalangan akademisi untuk ikut berkontribusi bagi kemajuan transportasi Indonesia.

Dalam arahannya Umiyatun Hayati juga mengingatkan, sebagai instansi yang diberikan amanah untuk mengelola APBN, Kementerian Perhubungan memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan anggaran tersebut dalam bentuk kegiatan yang efektif dan efisien, serta tunduk kepada ketentuan penggunaan anggaran.

Selain output berupa pembangunan fisik dan pelayanan kepada masyarakat, pelaksanaan kegiatan juga harus memperhatikan outcome atau dampak tidak langsung yang dihasilkan.

Terkait dengan pelaksanaan anggaran tahun 2018, Umiyatun Hayati mengemukakan bahwa Presiden Joko Widodo secara langsung menyampaikan beberapa arahan. Antara lain, agar dilakukan evaluasi ulang (re-check) terhadap kegiatan dan program yang akan dilaksanakan, khususnya terkait dampak yang dihasilkan dari masing-masing kegiatan tersebut.

Apabila diperlukan, lakukan re-alokasi anggaran agar lebih bermanfaat dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menurunkan biaya logistik, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Laksanakan proses tersebut dengan tetap mematuhi seluruh ketentuan dalam penggunaan anggaran yang berlaku. (Imd)

BERITA REKOMENDASI