Bambang Soesatyo Kritik Tuntutan 7 Tapol Papua

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo menilai bahwa tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada tujuh tahanan politik di Pengadilan Negeri Balikpapan mengagetkan dan belum memenuhi unsur keadilan.

“Meskipun penanganan kasus tersebut telah masuk ranah peradilan dan berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Namun perlakuan atau treatment hukum terhadap mahasiwa itu dirasa belum memenuhi unsur keadilan dan kebijaksanaan,” kata Bamsoet.

Bamsoet menyoroti tuntutan terhadap para mahasiswa itu sangat memperlihatkan kesenjangan hukuman jika dibandingkan dengan para pelaku ujaran rasial saat insiden terjadi di asrama mahasiswa Papua, Surabaya tahun lalu.

Diketahui, dalam kasus tersebut terdakwa Syamsul Arifin yang merupakan oknum aparatur sipil negara (ASN) dalam insiden itu dijatuhi hukuman 5 bulan penjara. Putusan Syamsul, dibacakan langsung oleh Hakim Ketua Yohanes Hehamony. Sementara, terdakwa lain yang menjadi penyebar ujaran kebencian dan berita bohong, Tri Susanti alias Susi divonis 7 bulan penjara oleh hakim PN Surabaya.

“Salah satunya hal yang jadi perhatian adalah kesenjangan antara vonis oknum ASN di Surabaya yang melakukan ujaran rasisme yang mendapat vonis 5 bulan penjara. Dinilai kontras dengan tuntutan mahasiswa yang dituntut sampai 13 tahun hingga 17 tahun penjara dengan makar,” tambah dia.

Oleh sebab itu pihaknya dari MPR dan beberapa jajaran DPR RI dan DPD RI akan mengupayakan pendekatan dialog dengan pemerintah agar para terdakwa kasus makar itu dapat dibebaskan.

Dia memaparkan bahwa pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan Menkopolhukam, Kejaksaan, dan Kepolisian agar masalah tersebut dapat diselesaikan dengan dialog. Meskipun, dia mengingatkan bahwa proses persidangan masih berlanjut sehingga masyarakat perlu mempercayai proses hukum yang sedang berlangsung.

“Kami akan upayakan dan beri pengertian sesuai fakta di lapangan. Semoga saja tujuh tahanan di Balikpapan ini bisa sama dengan enam tapol yang dibebaskan di Jakarta,” tandas dia. (*)

BERITA REKOMENDASI