Bandung Kembali Masuk Zona Merah

Editor: Ivan Aditya

BANDUNG, KRJOGJA.com – Pandemi Covid-19 di Kota Bandung masih belum menunjukkan tanda mereda. Dalam dua pekan pertama Desember 2020 ketika Bandung kembali masuk zona merah karena kasus positif terus meningkat.

Menurut data yang dimiliki Satgas Penanganan Covid 19 per 17 Desember 2020, Kota Bandung masih dalam zona resiko tinggi dengan menunjukkan kasus harian konfirmasi positif yang terus meningkat dengan skor sebesar 1.65. Angka ini turun dari Minggu sebelumnya atau periode 30 November-6 Desember sebesar 1.80.

Total konfirmasi positif Covid-19 di Kota Bandung saat ini adalah sebesar 4.891, bertambah 1.024 kasus dalam rentang waktu 14 hari. Namun total konfirmasi aktif turun 68 kasus dengan total 710 kasus.

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan, libur panjang pada November lalu berdampak signifikan pada peningkatan kasus positif mulai minggu ke-45 yakni sebanyak 53 kasus. Di mana temuan kasus pada minggu ke-49 (30 November-6 Desember) merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah penyebaran Covid-19 di Kota Bandung yaitu 624 kasus.

Selain itu, tren kematian kasus Covid-19 menunjukkan pada Minggu ke-50 merupakan jumlah kematian terbanyak yaitu kasus 14 kasus. Kasus kematian yang terjadi adalah mayoritas pada kelompok usia lansia (60-59 tahun) dengan disertai penyakit penyerta (komorbid) seperti diabetes melitus, hipertensi, dan penyakit jantung.

Di sisi lain meskipun angka kematian menurun sebesar 2,96 persen namun jumlah pasien meninggal masih meningkat hingga total 145 pasien. Sementara itu, angka kesembuhan di Kota Bandung meningkat mencapai 82,52 persen dengan sebanyak total 4.036 pasien yang telah sembuh.

“Mayoritas warga Kota Bandung yang terpapar merupakan warga yang beraktifitas dan berkegiatan di luar rumah. Hal ini dibuktikan dengan distribusi lebih dari 50 persen penyebaran kasus Covid-19 di Kota Bandung terbanyak adalah kepada kelompok usia produktif (20-50 tahun). Usia produktif ini menyumbang sebanyak 2.616 kasus dari total konfirmasi positif yang sebanyak 4.891 di Kota Bandung,” tutur Oded. (*)

BERITA REKOMENDASI