Bangun dan Renovasi Sekolah Dasar, Kemendikbud Siapkan Rp100,13 Miliar

JAKARTA, KRJOGJA.com – Dalam rangka mempercepat pemerataan mutu pendidikan Sekolah Dasar (SD), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Pembinaan SD (PSD) memberikan bantuan sarana prasarana dalam program pembangunan unit sekolah baru (USB) dan renovasi Sekolah Dasar di Tahun 2018. 

Khusus untuk SD, tahun ini, Kemendikbud menggelontorkan anggaran sebesar Rp100,13 miliar, untuk membangun 15 USB dengan anggaran Rp32,94 miliar dan merenovasi 53 SD rujukan dan SD lainnya yang sangat prioritas di berbagai wilayah Indonesia dengan anggaran Rp67,19.

“Dengan kebijakan zonasi yang ditetapkan oleh Pak Menteri, kami harap melalui sekolah-sekolah terpilih di zonanya itu, secara bertahap akan kami benahi melalui renovasi. Mudah-mudahan nanti sekolah ini dalam rangka meningkatkan mutunya bisa mengimbaskan kepada SD yang lain,” demikian  Direktur Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Kemendikbud, Khamim,  di Jakarta,Minggu (28/10/2018).

Melalui kegiatan Lokakarya Supervisi dan Evaluasi Proses Pembangunan USB dan Renovasi Sekolah Dasar 2018 yang diselenggarakan Direktorat PSD di Tangerang, pada 25 s.d. 27 Oktober 2018, Khamim menegaskan Pemerintah ingin memastikan bangunan sekolah yang dibangun berkualitas baik, aman, dan nyaman digunakan untuk proses pembelajaran oleh seluruh warga sekolah. Selain itu, agar penggunaan anggarannyapun sesuai dengan perencanaan sehingga akuntabilitas pelaporan keuangannya dapat tercapai.

“Kami ingin memastikan bahwa pelaksanaan yang tahap satu, minimal 50 persen proses pembangunan dan renovasi sudah berjalan. Alhamdulillah sudah ada yang 53 persen,51 persen bahkan ada yang 80 persen dari sekolah-sekolah yang hadir,” jelasnya. 

Program pembangunan USB dan renovasi SD secara swakelola ini, selain melibatkan peran sekolah dan masyarakat sekitar juga melibatkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) program keahlian teknik bangunan yang ditunjuk oleh Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud sebagai tim teknis perencana dan pengawas. 

Narasumber Lokakarya Supervisi dan Evaluasi Proses Renovasi Sekolah Dasar 2018, Baedhowi, mengatakan pembangunan dan renovasi sekolah secara swakelola ini merupakan upaya pemberdayaan masyarakat yang sangat bagus. “Guru merasa ilmunya bermanfaat, di situ bisa mengerahkan murid-murid ikut berpartisipasi, melatih keterampilan murid,” ujar Baedhowi. (Ati)

BERITA REKOMENDASI