Bangun Kilang Bontang, Pertamina Gandeng Perusahaan Oman

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – PT Pertamina (Persero) meneken kerja sama dengan perusahaan asal Oman, Overseas Oil & Gas (OOG) guna membangun kilang baru di Bontang. Kilang tersebut ditargetkan akan berkapasitas 300 ribu barel per hari.

OOG merupakan badan usaha downstream oil and gas business services asal Muscat, Oman. OOG memenangkan status strategic partner dari beberapa kompetitor lain, untuk menggarap proyek ini bersama Pertamina.

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito menyatakan melalui kerja sama ini, Pertamina akan mendapatkan beberapa manfaat, diantaranya dapat mengoptimalkan belanja modal untuk ekspansi kilang lainnya dan program-program konstruksi.

"Melalui kerja sama ini, Pertamina juga akan melakukan offtake bahan bakar yang diproduksi oleh GRR Bontang untuk kebutuhan dalam negeri, terutama bensin, avtur, dan LPG," ujar Adiatma.

Menurut dia, dengan ditandatanganinya kerangka kerja sama dengan dengan OOG hari ini, langkah berikutnya yang akan dilakukan Pertamina dan OOG adalah melakukan studi kelayakan pendanaan (bankable feasibility studi).

Sementara itu Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati mengatakan hal terpenting dari kerja sama ini adalah skema bisnis antar pemerintah (G to G). Perjanjian kerangka kerja akan berlaku selama 12 bulan, di mana setelah dilakukan perjanjian kerangka kerja akan dilanjutkan dengan Bankable Feasibility Study, kemudian Studi Keenjiniringan lanjut proyek kilang yang rencananya berlokasi dekat Kilang Badak LNG.

Sementara itu, Adiatma juga menyebut pembangunan kapasitas kilang (RDMP) di Balikpapan akan segera dilakukan oleh Joint Operation 4 perusahaan dalam dan luar negeri, yakni SK Engineering and Construction Co. Ltd., Hyundai Engineering Co. Ltd., PT Rekayasa Industri dan PT PP (Persero) Tbk. Nilai proyek RDMP Balikpapan diperkirakan mencapai Rp57,8 triliun dan akan diselesaikan dalam waktu 53 bulan. (*)

BERITA REKOMENDASI