Banjir di Sentani, PUPR Desain Ulang Infrastruktur

JAKARTA, KRJOGJA.com  – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menyampaikan belasungkawanya terhadap korban banjir di Sentani Jayapura, Papua. Dirinya memohon maaf karena belum bisa meninjau langsung kondisi lapangan pasca banjir.

Menurut Basuki, pihaknya baru bisa meninjau lapangan pada bulan depan. Meskipun begitu dirinya tetap mengirim tim Kementerian PUPR ke lapangan untuk membantu proses evakuasi dan meninjau langsung kondisi di lapangan.

"Kami mohon maaf belum bisa ke sana dan bulan depan baru ke sana. Tapi Direktur udah ke sana. Direktur Sungai, Direktur Jalan sudah ke sana," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR Jakarta, Senin (25/3/2019).

Berdasarkan hasil laporan di lapangan, lanjut Basuki, saat ini pihaknya masih menunggu proses evakuasi korban selesai seluruhnya. Sambil menunggu pihaknya sudah melakukan desain jalan dan beberapa infrastruktur lainya agar bisa lebih baik.

"Menunggu evakuasi selesai untuk bisa dikerjakan lebih baik dan desain lebih baik," ucapnya.

Di samping itu lanjut Basuki, pihaknya juga membantu proses evakuasi dengan membersihkan beberapa lumpur dijalan. Sebab menurutnya, hasil laporan di lapangan, akses jalan tertutup lumpur sungai yang meluap ke jalan.

"Darurat, menjaga agar konektivitas jalannya bisa dipakai, karena itu tertutup lumpur semua. Jadi begitu hujan, sungai menguap, lumpur naik lagi," jelasnya.

Sebagai informasi, hingga Senin (18/3/2019) pukul 15.00 WIB, banjir bandang yang terjadi di Sentani, Jayapura, Papua pada Sabtu (16/3) pukul 21.30 waktu setempat telah menyebabkan 79 jiwa meninggal dunia dan 43 jiwa belum ditemukan. (*)

BERITA REKOMENDASI