Banjir Ibukota, Anies Belum Tetapkan Tanggap Darurat

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku belum berencana menetapkan status tanggap darurat atas banjir yang terjadi di ibu kota sejak 1 Januari 2020. Anies menunggu instruksi dari pemerintah pusat terkait penetapan status tanggap darurat tersebut.

"Kita akan tunggu resmi. Status darurat itu punya konsekuensi yang tidak sederhana. Sebelum kita dengar resmi kita enggak akan komentar," ujar Anies.

Sejauh ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan ada 62.443 jiwa akibat banjir di Jakarta. BNPB merilis data tersebut pada Kamis lalu (02/01/2019).

Banjir juga terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah menetapkan status gawat darurat untuk Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Indramayu.

Namun, berbeda dengan Anies. Dia menilai banyak hal yang harus dipertimbangkan jika ingin menetapkan status tanggap darurat. Terlebih banjir di sejumlah wilayah saat ini telah surut. 

Bahkan, menurutnya, Jakarta Barat sebagai salah satu wilayah yang paling terdampak banjir juga telah surut sejak pagi tadi. 

"Sebenarnya bisa kita lihat tanggal 1, 2, 3 Januari itu mulai surut. Insyaallah nanti Sabtu-Minggu kita yakin jauh lebih sedikit tempat yang ada genangan, maka proses rehabilitasi bisa cepat," katanya. (*)

BERITA REKOMENDASI