Banjir Jabodetabek, 60 Orang Meninggal dan Dua Hilang

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pascabanjir yang melanda DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperbaharui kondisi pemulihan. Berdasar data tercatat di BNPB korban jiwa mencapai 60 orang meninggal dan dua orang masih hilang.

“Jumlah korban meninggal dunia per tanggal 4 Januari 2020, pukul 18.00 WIB. Terjadi penambahan jumlah korban meninggal di Kabupdaten Lebak,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Agus Wibowo dalam keterangannya, Minggu (5/1/2020).

Untuk warga yang mengungsi, kata Agus, mereka sudah mulai berangsur-angsur kembali ke rumah masing-masing. Tercatat dari 173.064 jiwa menjadi 92.261 jiwa. Semua itu tersebar di 189 titik pengungsian.

Diberitakan sebelumnya, hujan yang mengguyur sejak Selasa (31/12/2019) hingga Rabu (1/1) wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Tak ayal mengakibatkan banjir di sekitar Jabodetabek dan Lebak.

Untuk di Kabupaten Lebak (Banten) terjadi banjir bandang. Banjir bandang dipicu meluapnya Sungai Ciberang yang berhulu di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Selain merenggut korban jiwa, banjir sempat melumpuhkan aktivitas warga. Infrastruktur publik pun tidak dapat melayani masyarakat. Seperti jalan tol tergenang banjir dan pintu tol harus ditutup, Bandara Halim Perdana Kusuma terpaksa mengalihkan operasional beberapa jam ke Bandara Soekarno Hatta. Transjakarta dialihkan rute perjalanannya. (*)

BERITA REKOMENDASI