Banjir Paksa Sektor Ritel Merugi

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan sektor ritel terkena pukulan paling besar dari bencana banjir di kawasan Jabodetabek pada awal 2020.

"Kerugian karena banjir bisa dibilang paling parah ada di ritel, karena aktivitas penjualan menjadi sangat terganggu karena banjir," kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani.

Ia mengungkapkan banyak pusat ritel yang aksesnya tertutup karena banjir. Akibatnya, aktivitas jual beli tidak dapat dilakukan. "Ditambah lagi bila banjir sampai masuk ke pusat perbelanjaan," ujarnya.

Shinta juga memperkirakan sektor perhotelan juga terkena imbas negatif. Namun, dampaknya relatif kecil mengingat pada umumnya penjualan kamar hotel sudah terjadi sebelum masa liburan akhir tahun.

"Namun, ini berdampak pada kenyamanan pengunjung dan turis sehingga dampak kerugian nonmaterinya menjadi besar untuk industri perhotelan," ujar Shinta.

Pada sektor logistik, kerugian yang diprediksi juga tinggi, karena perusahaan angkutan tidak dapat beroperasi selama sarana transportasi tergenang air.

Aset sektor logistik juga kemungkinan besar rusak karena banjir. Hal itu akan mengerek biaya perbaikan menjadi tinggi. (*)

BERITA REKOMENDASI