Bank Sampoerna Tingkatkan Rasio Pencadangan Menjadi 153,2 Persen

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pandemi Covid-19 serta Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menimbulkan ketidakpastian ekonomi yang tinggi. Di tengah kondisi ini, PT Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) menunjukkan kinerja yang baik. Misalnya Bank Sampoerna membukukan laba bersih sebesar Rp 18,5 miliar untuk keseluruhan semester I tahun 2021.

“Bank Sampoerna membukukan laba bersih sebesar Rp 18,5 miliar untuk keseluruhan semester I tahun 2021,” kata Direktur Utama Bank Sampoerna Ali Rukmijah dalam siaran persnya dii Jakarta, Rabu (18/08/2021).

Dikatakan, tantangan akibat pandemi Covid-19 masih berlanjut, untuk itu Bank Sampoerna meningkatkan dana pencadangan. Per akhir semester pertama tahun 2021, rasio pencadangan (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai/CKPN) terhadap Kredit Bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) tercatat sebesar 153,2 persen, meningkat signifikan dari kondisi satu tahun sebelumnya sebesar 99,6 persen.

Adapun penyaluran kredit Bank Sampoerna juga berjalan cukup baik. Hingga akhir semester I tahun 2021, total penyaluran kredit Bank Sampoerna berjumlah Rp 8,5 triliun atau meningkat 3,4 persen dibandingkan dengan kondisi per akhir tahun 2020.

Sementara itu, hingga akhir Mei 2021, keseluruhan industri perbankan sendiri hanya membukukan peningkatan total kredit sebesar 0,6 persen dibandingkan dengan kondisi per akhir tahun 2020. Termasuk dalam pinjaman yang diberikan Bank Sampoerna per akhir Juni 2021 adalah penyaluran ke segmen UMKM yang sebesar Rp 3,5 triliun.

Dibandingkan dengan kondisi per akhir tahun 2020, hingga akhir semester I tahun 2021, Bank Sampoerna membukukan pertumbuhan aset sebesar 8,5 persen menjadi sebesar Rp 13,5 triliun dari Rp 12,4 triliun.

Sementara rasio kredit bermasalah bruto (NPL gross) pada tingkat 2,75 persen atau turun dari rasio pada akhir semester I tahun sebelumnya pada tingkat 3,85 persen.

Dikatakan, dengan dukungan peningkatan pendapatan bunga maupun pendapatan non-bunga, Bank Sampoerna juga membukukan kenaikan pendapatan usaha sebesar 8,6 persen (yoy) menjadi Rp 349,9 miliar untuk semester I tahun 2021 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp 322,2 miliar.

Pada periode ini, pendapatan bunga bersih meningkat sebesar 5,3 persen (yoy) menjadi Rp 328,7 miliar dan pendapatan non-bunga meningkat sebesar 111,7 presen (yoy) menjadi Rp 21,2 miliar. Sementara untuk rasio kecukupan modal (CAR) yang berada di level 20,9 persen, meningkat dari 17,8 persen pada satu tahun sebelumnya.

“Pandemi yang masih terus berlangsung tidak menyurutkan langkah Bank untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan UMKM. Komitmen tersebut terus diupayakan Bank dengan melakukan pendampingan dan pengelolaan risiko yang intens dengan nasabah dan debitur, serta mendorong UMKM mengambil peluang yang positif di masa ini untuk dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Dengan cara demikian, Bank dapat berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi melalui mata rantai kerja sama yang sehat, yang sudah terjalin lama dan saling percaya dengan segenap nasabah dan debitur,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Bank Sampoerna Henky Suryaputra mengatakan Bank Sampoerna yang telah bertransformasi secara digital sejak 2014 akan terus memutakhirkan layanan perbankan digital agar mempermudah nasabah dalam memenuhi kebutuhan perbankan mereka. Pertumbuhan transaksi digital Bank Sampoerna juga menunjukkan tren yang sangat baik.

Meski tidak terlepas dari dampak penurunan aktivitas ekonomi secara keseluruhan di semester I tahun 2021, jumlah transaksi digital terus bertumbuh. Jumlah transaksi digital sejak awal Januari hingga Juni 2021 mencapai 15,9 juta transaksi, meningkat hampir 3 kali lipat daripada jumlah transaksi pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kami berkomitmen untuk selalu meningkatkan transformasi digital yang sampai saat ini telah dijalankan. Di samping layanan internet banking, mobile banking, digital lending melalui PDaja.com, Bank Sampoerna juga berkolaborasi dengan berbagai fintech P2P lending, seperti Mekar untuk pemberdayaan UMKM khususnya perempuan, serta mendukung perluasan implementasi Gerbang Pembayaran Nasional (GPN),” ujarnya.

Di lain pihak, berkat dukungan dan kepercayaan nasabah serta masyarakat, Bank Sampoerna kembali meraih predikat “Sangat Bagus” dari Infobank per Agustus 2021. “Penghargaan ini menjadi sebuah motivasi bagi Bank untuk selalu berinovasi dalam hal layanan keuangan serta memberikan performa terbaik kepada nasabah,” tutur Henky. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI