Bantuan Pembaca KR Menembus Pelosok Desa

Editor: Ivan Aditya

LOMBOK, KRJOGJA.com – Tidak menyangka peralatan sederhana, namun karena sangat dibutuhkan, memberikan manfaat yang luar biasa. Peralatan pertukangan seperti linggis, artco, palu, cangkung sampai linggis, mampu menembus pelosok desa yang sangat membutuhkan.

“Banyak desa-desa berada di tempat terpencil, jauh dari jalan raya. Alat berat tidak bisa masuk ke lokasi bencana, karena jarak dan medan yang sulit. Tapi adanya alat artco, mampu menjadi solusi,” ungkap anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) Obel-obel, Kecamatan Sambalia., Lombok Timur, M Said.

Baca juga :

Kemenhub dan UGM Bangun 50 Rumah di Lombok

Sinergi Mempercepat Bantuan Sampai ke Warga

Diungkapkan Said, pihaknya tidak menduga jika sumbangan Pembaca  Kedaulatan Rakyat (KR) Yogyakarta berbentuk peralatan pertukangan, bahkan alat angkut sederhana artco. Justru alat seperti ini sangat berguna bagi kami,” ungkap Said dengan perasaan senang hati.

Melihat kemanfaatannya, sebetulnya pihaknya ingin jumlah artco yang diserahkan ditaambah. Namun demikian, Said memahami ada tempat lain yang juga membutuhkan, sehingga alat tersebut juga harus dibagi di tempat lainnya.

Setelah menerima bantuan ini, kami akan segera membongkar rumah-rumah yang rusak. Sehingga tidak perlu lagi menunggu alat berat datang untuk menghancurkan rumah yang rusak. Bongkahan hasil penghancuran akan diangkut dengan artco ke tempat yang sudah ditentukan dengan gotong royong warga.

Selain di Dusun Mentereng, Desa Obel-obel,  Jumat (07/09/2018), KR menyisir di beberapa tempat di Lombok Timur. Bantuan yang diberikan, selain artco, cangkul, linggis, sekop, beras, mie instan, air mineral, tenda, terpal hingga makanan ringan. Tempat yang disisir yakni, di Dusun Batusela, Desa Darakunci, Kecamatan Sambalia, serta di Dusun Lelongken, Desa Sajang, Kecamatan Sembalun.

Di Dusun Lelongken, Kepala Dusun, Mariadi mengungkapkan berartinya bantuan dari pembaca KR. Dalam kesempatan itu, diungkapkan persoalan yang dialami dusun tersebut terkait kurangnya air bersih. Sejak gempa, sumber mata air di Segara Anak Gunung Rinjani mengalami kerusakan. Dari informasi yang diperolehnya, sumber mata air tersebut sudah sulit untuk dihidupkan kembali karena sudah tertimbun akibat gempa.

“Kami saat ini sedang merintis pendirian sumber mata air baru, yang jaraknya 11 km dari pemukiman. Karena air sangat penting bagi kehidupan di Lelongken dan juga masyarakat di Sembalun,” ujar Mariadi.

Masyarakat selama ini untuk kebutuhan air bersih selalu membeli. Jika ada mata air baru kemudian disalurkan ke warga, maka akan sangat membantu. Karena mereka tidak perlu membeli air lagi. Disaat sulit ekonomi akibat gempa, maka air bersih tanpa membeli akan sangat berarti.

“Kami membutukan pipa cukup panjang untuk menghubungkan mata air dengan warga. Saat ini sudah ada 4 km pipa sumbangan dari donatur. Pihaknya berharap ada pihak lainnya yang dapat membantu pengadaan pipa air,” ujar Mariadi.

Mengenai tenaga pemasangan, menurut Mariadi, tidak perlu dipikirkan biayanya. Karena penyambungan pipa akan dilakukan secara gotong-royong warga. “Kami akan mengucapkan banyak terima kasih,” ujarnya. (Jon)

BERITA REKOMENDASI