Banyak Ditentang, Reklamasi Teluk Jakarta Tetap Dilanjutkan

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pemerintah menyatak‎an tidak ada alasan lagi untuk menunda reklamasi teluk Jakarta. Pasalnya, kajian teknis menghasilkan tidak ada masalah dengan proyek tersebut dan pendapatan dari proyek tersebut sebagian akan digunakan untuk memodali pembangun tanggul raksasa (giant sea wall).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binar Pandjaitan mengatakan, ‎semua persyaratan pengembang yang diminta Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta untuk pulau C dan D sudah dipenuhi, ‎sehingga tidak ada alasan untuk menunda pembangunannya.

"Semua persyaratan pengembang yang diminta KLH ada 11 titik sudah dipenuhi, jadi tidak ada alasan berlama-lama," kata Luhut, dalam keterangnnya, Kamis (14/9/2017).

Luhut melanjutkan, untuk Pulau G saat ini sedang dalam tahap finalisasi, dia memperkirakan pekan depan semua syarat terpenuhi. Sehingga pembangunannya juga bisa dilanjutkan.

"Mengenai Pulau G lagi difinaliasi, kita berharap minggu depan selesai. Sehingga, tidak ada alasan lagi untuk tidak mengeluarkan atau tidak membolehkan proses di sana," ujarnya.

Menurut Luhut, Pemerintah Daerah akan mendapat bagian 15 persen setara dengan Rp 77,8 triliun dari proyek tersebut. Dana ini bisa dianggarkan untuk pembangunan tanggul laut raksasa penangkal abrasi, untuk menghindari penurunan tanah di Jakarta. Saat ini, tanggul tersebut telah dibangun sepanjang 20,1 Kilo meter (km).

"Pemda akan dapat 15 persen dari reklamasi itu dan hitungan nilainya hampir Rp 77,8 triliun, dan uang itu akan untuk membangun giant sea wall. Giant sea wall harus dibangun karena akan dapat masalah Jakarta kalau tidak," ujarnya.(*)

 

BERITA REKOMENDASI