Banyak Jemaah Kelelahan di Mina

Editor: Ivan Aditya

MINA, KRJOGJA.com – Jarak tenda yang cukup jauh dari lokasi Jamarat untuk lontar jumrah menjadi kendala cukup besar yang dihadapi jemaah Indonesia. Belum lagi cuaca panas di Saudi Arabia menjadi tantangan lain.

Karena itulah, tidak sedikit jemaah haji Indonesia yang kelelahan sepanjang perjalanan menuju lontar jumrah maupun saat kembali ke tenda di Mina. Bahkan hingga Minggu (11/8) malam waktu setempat, tercatat sudah enam orang meninggal.

Bahkan berdasar pantauan, di sejumlah pos khusus sepanjang jalur menuju jamarat termasuk di terowongan Mina, beberapa jemaah harus mendapatkan infus di pinggir jalan. Peringatan banyak minum air putih terus disuarakan. Sejumlah petugas dari Saudi Arabia dan Indonesia juga terus menyemprotkan air ke jemaah di sepanjang perjalanan untuk menghindari heat stroke.

Direktur KKHI Madinah dr Amsyar Akil mengatakan, kebanyakan jemaah menderita heatstroke atau dehidrasi. Hal tersebut yang kemudian memicu komplikasi penyakit. "Kami rujuk ke RSAS (Rumah Sakit Arab Saudi) akibat dehidrasi yang memicu komplikasi jantung," kata Amsyar.

Menurut catatan KKHI, dalam dua hari pelaksanaan lontar jumrah di Mina, sudah 158 pasien yang ditangani. Sebanyak 16 pasien langsung dilarikan ke rumah sakit karena menderita sakit berat.

Amsyar mengimbau jemaah untuk melindungi diri dengan payung, masker, dan terus minum air putih. Dia juga menyarankan agar jemaah tua dengan risiko tinggi penyakit agar dibadalkan saja pelemparan jumrahnya. (Feb)

BERITA REKOMENDASI