Baru 485.000 Tenaga Konstruksi RI Bersertifikat

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pemerintah tengah gencar melakukan pembangunan infrastruktur di berbagai daerah di Indonesia. Sebab, infrastruktur menjadi salah satu prioritas pemerintah mengingat perannya strategis sebagai pendorong laju pertumbuhan ekonomi nasional.

Direktur Jenderal Bina Konstruksi (Dirjen BK) Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin mengatakan, dalam pembangunan infrastruktur yang begitu masif, Indonesia masih menghadapi tantangan terkait kondisi tenaga kerja konstruksi. Menurutnya, proyek pembangunan infrastruktur yang demikian besar tidak akan mungkin terlaksana tanpa dukungan sumber daya manusianya.

Memang jumlah tenaga konstruksi masih jauh dari yang diharapkan, sebab berdasarkan data Kementerian PUPR dari sekitar 8,14 juta tenaga kerja konstruksi baru 5,96% nya yang bersertifikat atau sekitar 485.534 orang. Dengan komposisi latar belakang tingkat pendidikan dibawah pendidikan SMA sebanyak 5,98 Juta dan diatas pendidikan SMA sebanyak 2,15 Juta.

Jumlah Sertifikat yang sudah dikeluarkan yaitu sebanyak 767.179 sertifikat dengan komposisi kualifikasi sertifikat tenaga kerja terampil sebanyak 525.857 dan sertifikat tenaga ahli sebanyak 241.322. Sedangkan dilihat dari jumlah tenaga kerjanya yang sudah tersertifikasi sebanyak 485.534 orang dengan komposisi tenaga terampil sebanyak 333.706 orang dan tenaga ahli sebanyak 151.828 orang. (*)

BERITA REKOMENDASI