Basarnas Terus Cari TKI Tenggelam di Batam

JAKARTA (KRjogja.com) – Badan SAR Nasional (Basarnas) fokus mencari 6 lagi dari 101 penumpang kapal dan tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal yang tenggelam di Perairan Teluk Mata Ikan Nongsa Batam, Kepulauan Riau. Dalam pencarian lanjutan ini, Basarnas mengerahkan 27 armada kapal dengan luas cakupan 206 mil persegi.

"Kami menerjunkan kekuatan 27 kapal dari  Basarnas TNI A, KPLP,  Bea Cukai, Polair dan instansi lain dalam upaya pencarian 6 korban lagi," kata Kepala Basarnas Letjen TNI FHB Soelistyo dalam keterangannya.

Menurut Soelistyo, kapal Basarnas ada yang melakukan tugas khusus mencari tempat kemungkinan tenggelamnya kapal. Memasuki hari ketiga pencarian, dari 101 penumpang dan ABK sudah ditemukan 95 orang dengan rincian 41 orang selamat 54 meninggal. "Masih ada 6 orang yang belum ditemukan. Kita fokus mencari 6 orang yang kemungkinan terjebak di dalam kapal," jelas Soeliatyo.

Soelistyo menambahkan, pihaknya memperoleh informasi ada satu jenazah yang ditemukan di perairan Johor, Malaysia. “Kita cek jika benar, nanti kita lakukan pencarian ke arah sana,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Hanif Dzakiri mengatakan, pemerintah akan menfasilitasi pemulangan jenazah korban selamat dan meninggal dunia. "Korban meninggal yang sudah teridentifikasi kita fasilitasi pemulangannya. Sedangkan yang selamat dan sudah bisa dipulangkan kita pulangkan. Yang masih dirawat kita tunggu sampai sehat," jelasnya.

Menurut Hanif, pemerintah hanya menfasilitasi 98 orang korban baik yang meninggal maupun selamat. Sedangkan dua orang yang selamat merupakan anak buah kapal, yang diduga ilegal penanganannya diserahkan kepada polisi.

Menurut Hanif, dengan ditemukannya tempat pengiriman TKI ilegal ini maka menijadi titik awal bagi pemerintah untuk mencari tempat-tempat lain yang digunakan untuk mengirim TKI ilegal. Ia juga kepada masyarakat agar bekerja ke luar negeri secara  legal. (Imd)

BERITA REKOMENDASI