Batas Nilai Impor Bebas Bea Masuk Bakal Dihapus

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengatakan terdapat peluang untuk menghapus batas nilai barang impor kiriman melalui platform belanja daring (e-commerce) yang bebas bea masuk.

"Nanti bisa saja (tanpa batasan), tetapi belum final ini. Yang jelas ini akan kami turunkan, kami masih berunding," katanya.

Saat ini, pemerintah membebaskan (de minimis value) bea masuk atas barang kiriman impor yang nilainya tak  melebihi US$75 per orang per hari atau setara Rp1,05 juta (mengacu kurs Rp14 ribu per dolar AS). Artinya, masyarakat yang berbelanja di bawah Rp1,05 juta masih mendapatkan fasilitas bebas bea masuk.

Sebaliknya, pengiriman barang yang nilai pabeannya mencapai Rp1,05 juta atau lebih mendapatkan beban bea masuk sebesar 7,5 persen dari nilai barang. Hal tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 112 Tahun 2018 tentang Ketentuan Impor Barang Kiriman.

Jika penghapusan batas nilai barang impor  itu terealisasi, maka seluruh barang impor melalui e-commerce akan dibebani bea masuk dan pajak. Sementara itu, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi enggan berkomentar. 

Ia hanya memastikan pemerintah tengah mengkaji penurunan ambang batas tersebut. (*)

BERITA REKOMENDASI