Bau Belerang Tangkuban Parahu Kian Menyengat

Editor: Ivan Aditya

BANDUNG, KRJOGJA.com – Gunung Tangkuban Parahu selama lebih dari satu pekan atau sejak Jumat (26/07/2019) lalu, beberapa kali mengalami erupsi.  Saat erupsi pada Jumat lalu itu, abu vulkanik Gunung Tangkuban Parahu sempat turun hingga ke kawasan pemukiman yang berjarak lebih dari 5 kilometer dari gunung api tersebut. Sementara ketebalan abu vulkanik mencapai 0,5 centimeter.

Ketua RW 12 Desa Karyawangi, Dayat (37) mengatakan aroma belerang saat erupsi pertama terasa paling menyengat. "Sekarang itu yang paling parah, baunya terasa banget sampai sini," ucap Dayat.

Sejauh ini Dayat mengaku belum ada laporan warga yang mengalami sesak nafas akibat menghirup belerang maupun abu vulkanis. Namun sejumlah warga ada yang mengeluh akibat peternakan dan pengolahan daun teh yang terganggu.

"Sejak Jumat pekan kemarin itu baunya sempat menurun, tapi Kamis kemarin ada pemberitahuan lagi katanya naik lagi levelnya," ujarnya.

Sebelumnya, Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM menyatakan kenaikan status Gunung Tangkuban Parahu, dari sebelumnya level I (Normal) menjadi level II (Waspada). Kepala PVMBG Kasbani mengatakan peningkatan status mulai berlaku efektif pada Jumat (02/08/2019) pukul 08.00 WIB. (*)

BERITA REKOMENDASI