Bawaslu Temukan Ribuan Dugaan Pelanggaran Pilkada

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menyatakan bahwa ada 1.795 dugaan pelanggaran yang terjadi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) selama pemungutan suara Pilkada serentak 2018 dilaksanakan. Semua itu merupakan hasil pengawasan Bawaslu di 171 daerah yang melaksanakan pemungutan suara hari ini, Rabu (27/06/2018).

Anggota Bawaslu Rahmat Bagja lalu merinci hasil temuan pihaknya. Dugaan pelanggaran terbanyak, kata Rahmat, yakni tempat pemungutan suara (TPS) dibuka lebih dari pukul 07.00. hal itu terjadi di 754 TPS.

Kemudian, alat bantu memilih untuk kalangan disabilitas netra tidak tersedia. Tidak tanggung-tanggung, hal itu ditemukan di 457 TPS. "Bawaslu juga menemukan surat suara rusak di 151 TPS," kata Rahmat.

Dugaan pelanggaran lain yang ditemukan Bawaslu yakni saksi mengenakan atribut salah satu pasangan calon kepala daerah. Hal itu terjadi di 88 TPS.

Bawaslu pun menemukan oknum anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang mempengaruhi pemilih di 40 TPS. Ada pula anggota KPPS yang tidak mengucapkan sumpah dan janji di 22 TPS. (*)

BERITA REKOMENDASI