BAZNAS Berhasil Pertahankan Sertifikasi Manajemen Anti Penyuapan

Editor: Agus Sigit

JAKARTA, KRJOGJA.com – Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Mo Mahdum mengatakan, pencapaian atas Sertifikat Manajemen Anti Penyuapan SNI ISO 37001:2016 tahun 2021 ini adalah bukti nyata komitmen dari  jajaran BAZNAS, baik pimpinan, direksi dan seluruh amil untuk menghadirkan lembaga pengelola zakat negara yang memiliki sistem manajemen anti penyuapan agar terhindar dari praktik tindak pidana korupsi, kolusi, maupun nepotisme.
“Sertifikat Sistem Manajemen Anti Penyuapan SNI ISO 37001:2016 ini diharapkan dapat memperkuat komitmen dan sekaligus memastikan pengelolaan zakat di BAZNAS dilaksanakan dengan akuntabel dan transparan serta mencegah korupsi dan anti suap di lingkungan lembaga BAZNAS RI,” kata Mo Mahdum dalam pernyataannya di Jakarta, Jumat (17/9/2021).
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menerima Sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001 : 2016 pada lingkup Direktorat Operasi BAZNAS. Ini adalah tahun kedua BAZNAS menerapkan ISO Anti Suap untuk mendorong pengelolaan zakat yang jujur, akuntabel dan transparan.
Sertifikasi ini merupakan tindak lanjut dari komitmen praktik anti suap di BAZNAS yang dilakukan oleh seluruh Direksi BAZNAS mewakili pimpinan dan seluruh amil pelaksana BAZNAS. Sertifikat Sistem Manajemen Anti Penyuapan SNI ini dikeluarkan  PT. Mutuagung Lestari, sebuah perusahaan yang bergerak pada bidang jasa sertifikasi secara independen dengan brand Mutu International.
Penyerahan Surat Mempertahankan Sertifikat  ISO 37001:2016 untuk Lingkup Direktorat Operasi BAZNAS ini dilaksanakan secara daring oleh Direktur PT Mutu Agung Lestari Irham Budiman kepada Wakil Ketua BAZNAS RI Mo Mahdum  disaksikan Pimpinan BAZNAS RI Kolonel Caj. (Purn) Drs Nur Chamdani, Direktur Utama BAZNAS M Arifin Purwakananta, Kepala Divisi Sisdur Deni Hidayat, Kepala Divisi IT Achmad Setio Adinugroho dan disiarkan langsung melalui kanal Youtube BAZNAS TV.
Mo Mahdum mengungkapkan, sistem manajemen anti penyuapan ini bagi BAZNAS menjadi langkah penting karena sebagai pengelola dana zakat harus mampu menjaga amanah dan kepercayaan umat, baik muzaki maupun mustahik salah satunya dengan sertifikasi terhadap suatu sistem manajemen anti penyuapan yang menjadi bagian dari mewujudkan good governance pengelolaan zakat di BAZNAS.
“Kami berharap, peningkatan nilai sertifikasi ini bukan hanya bermakna sebuah simbol tetapi juga menjadi nilai-nilai yang terinternalisasi dan sertifikasi ini dapat dijalankan sebaik-baiknya sehingga pengadaan yang ada di BAZNAS sesuai dengan standar yang ditetapkan,” tutur Mo Mahdum.
Direktur PT. Mutu Agung Lestari, Irham Budiman mengucapkan selamat atas pencapaian yang diraih oleh BAZNAS. “Kami mengucapkan selamat atas perolehan sertifikat Sistem Manajemen Anti Penyuapan SNI ISO 37001:2016 pada Direktorat Operasi BAZNAS,” tuturnya.
Sebagaimana tertera dalam sertifikat, ujar Irham, BAZNAS mendukung proses anti suap dan korupsi pada pengumpulan dan penyaluran dana Zakat, Infak, dan Sedekah yang meliputi kegiatan transaksi keuangan, pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM), pengelolaan teknologi informasi,  pelaporan, serta pengelolaan sistem dan prosedur. (Ful)

BERITA REKOMENDASI