Begini Cara Masuknya Narkoba Jaringan Internasional ke Indonesia

Editor: KRjogja/Gus

JAKARTA (KRjogja.com) – Mantan Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen (Purn) Benny Mamoto, mengatakan berbagai cara dilakukan oleh jaringan narkoba internasional agar dapat mengedarkan barang haramnya di Indonesia.

Salah satunya, kata Benny, yakni dengan melibatkan koperasi yang memiliki kedekatan dengan aparat, baik Polri maupun TNI. Sehingga, hal itu akan menyulitkan BNN dalam memutus rantai peredaran narkoba.

"‎Salah satu modus masuknya narkoba ke Indonesia, selain pelabuhan, adalah mereka menggunakan jasa koperasi-koperasi yang membuka pelayanan di pelabuhan. Mereka datang kasih data: 'Tolong diurus kontainer nomor sekian.' Lalu mereka tentunya dengan kedekatan dengan aparat setempat jadinya proses itu menjadi lancar. Isinya apa? Dia enggak akan cerita isinya. Ternyata setelah dibongkar isinya narkoba," kata Benny dalam acara Diskusi Radio Sindotrijaya Network bertajuk 'Hitam Putih Pemberantasan Narkoba' di Rumah Makan Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (6/8/2016)

Ia menambahkan, beberapa pelabuhan seperti Tanjung Priok, Tanjung Perak, serta Tanjung Emas di Semarang kerap dimanfaatkan oleh jaringan internasional untuk mengirim barang haramnya. Meski begitu, aparat juga harus memproteksi adanya kemungkinan narkoba masuk melalui bandara.

"‎Saya katakan mereka ada celah bahwa itu bisa dimanfaatkan, ada celah karena apa? Pemohon yang tidak akan jujur," ucapnya.

Benny mengimbau aparat lebih waspada dalam menerima orderan jasa pelayanan pengiriman barang di pelabuhan. Selanjutnya, tempat lain yang berpotensi masuknya narkoba ke Indonesia melalui perumahan yang langsung berbatasan dengan laut.

"Perumahan mewah yang berbatasan dengan laut langsung perlu diwaspadai juga. Karena kapal pesiar bebas, seperti contoh dulu di Pulau Seribu dibawa speedboat, dibawa langsung ke belakang rumah," katanya. (*)

BERITA REKOMENDASI