Begini Seruan JATMI Hadapi Tahun Politik

JAKARTA, KRJOGJA.com – Salah saatu hasil Mu'tamar XI Organisasi massa Jamiyyah Ahli Thoriqoh Mu'tabaroh Indonesia (JATMI) yang berlangsung pada 9-12 Maret 2018 di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an AKN Marzuqi, Pati, Jawa Tengah adalah menyerukan semua komponen bangsa mengutamakn akhlkul karimah

Demikian rilis resmi JATMI yang diterima KRJOGJA.com, Sabtu (17/03/2018). Organisasi massa Jamiyyah Ahli Thoriqoh Mu'tabaroh Indonesia (JATMI) merekomendasikan dan menyerukan fatwa "Bertekad untuk membantu menyelesaikan kemelut bangsa Indonesia  dan dunia saat ini maupun esok dalam mencapai NKRI adil, makmur, dan mendapat pengampunan dari Allah Yang Maha Berkuasa".

Fatwa disepakati pada sidang Mu'tamar XI yang berlangsung pada 9-12 Maret 2018 di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an AKN Marzuqi, Pati, Jawa Tengah. Hasil mu'tamar yang dihadiri oleh sekitar 500 pengurus JATMI di seluruh Indonesia juga merekomendasikan enyerukan segenap anak bangsa untuk berdzikir dan senantiasa berdoa agar NKRI yang kita cintai tetap diberkahi. 
Lalu mendukung program pembangunan nasional kabinet kerja Presiden Joko Widodo dan mengimbau pembangunan mental dan sepritualitas bangsa ini agar menjadi bangsa yang beriman takwa maju dan beradab.

"Jatmi menyerukan agar di tahun politik ini semua pihak mengedepankan akhlakul karimah, menolak adanya pemberitaan hoaks yang memecah belah umat dan menolak politisasi masjid atau rumah ibadah."

Seruan lainnya adalah mendukung pemberantasan korupsi di Indonesia dan SAVE KPK RI. Selain itu, memperkuat ideologi negara Pancasila dan UUD 1945. Sebagai wadah pemersatu umat, JATMI juga merasa perlu menekankan perlunya sosialisasi dan merangkul masyarakat di luar organisasi untuk memperkuat NKRI. Selain itu, kami juga memperkuat dzikir dan spiritualitas bangsa untuk Indonesia yang kokoh.

Hoaks dan pemberitaan negatif menjadi satu faktor pemecah belah bangsa. Pada Desember 2016, Kementerian Komunikasi dan Informatika menutup 800 ribu situs hoaks di Indonesia.

"JATMI juga mendukung Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara yang meminta masyarakat tidak terjebak dalam menyebarkan informasi yang kebenarannya diragukan dan tabayun dalam mencari kebenaran" (ati)

 

BERITA REKOMENDASI