Belanja Negara Bengkak 2,75 Persen

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pemerintah berencana menganggarkan belanja negara mencapai Rp2.528,8 triliun dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2020. Angka itu melonjak 2,75 persen atau Rp67,7 triliun dari APBN 2019 yang tercatat hanya Rp2.461,1 triliun.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan nilai belanja negara tercatat 14,5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Kepala Negara mengklaim belanja negara akan digunakan untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDM), dan melanjutkan program perlindungan sosial untuk menjawab tantangan demografi.

"Belanja juga ditujukan untuk meningkatkan investasi dan ekspor," ujar Jokowi dalam Pidato Penyampaian Keterangan Pemerintah atas RUU APBN 2020 dan Nota Keuangan di Gedung DPR/MPR Jakarta, Jumat (16/08/2019).

Caranya meningkatkan investasi dan ekspor, lanjut dia, melalui peningkatan daya saing dan produktivitas. Selain itu, akselerasi infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung transformasi ekonomi, serta penguatan kualitas desentralisasi fiskal.

Di sisi lain, pendapatan negara dan hibah diharapkan sebesar Rp2.221,5 triliun. Angka itu naik Rp56,4 triliun atau 2,6 persen dari target penerimaan tahun ini yang sebesar Rp2.165,1 triliun. (*)

BERITA REKOMENDASI