Belum Semua Bandara di Indonesia Siap Hadapi Bencana

BALI (KRjogja.com) – Duetsche Post DHL dan United Nations Development (UNDP) kembali mengadakan pelatihan kesiapsiagaan bencana dalam program bandara siap siaga atau Get Airports Ready for Disaster (GARD) pada 5-9 September 2016 di bandara internasional I Gusti Ngurah Rai, Lombok, dan Selaparang.

Manager Program UNDP Indonesia, Christian Usfinit menuturkan, Indonesia adalah negara percontohan ketika program ini dilaksanakan secara global pada 2009 di Makassar dan Palu.

Ia menjelaskan, Indonesia terletak di cincin api Pasifik, tempat beberapa lempeng bertemu. Akibatnya, pulau-pulau yang berada dalam rangkaian cincin tersebut rentan terhadap risiko gempa bumi, tsunami ‎dan gunung berapi aktif.

"Selain itu, Bali dan Lombok dikategorikan sebagai daerah risiko tinggi dalam Indeks Resiko Bencana Indonesia tahun 2013 yang dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bandara di kedua provinsi tersebut sempat ditutup akibat letusan Gunung Rinjani yang terjadi beberapa waktu lalu," ujar dia, seperti ditulis Rabu (7/9/2016).

Hingga saat ini tercatat baru sembilan dari ‎237 bandara di Indonesia yang mendapat pelatihan peningkatan kapasitas kesiapsiagaan penanganan bencana. (*)

 

BERITA REKOMENDASI