Berantas Korupsi, KPK Gandeng Swasta

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA (KRjogja.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah mengatur banyak strategi untuk mengikis korupsi di Indonesia terutama yang melibatkan sektor swasta. Melalui, International Business Integrity Conference (IBIC), lembaga antirasuah itu lantas mengupayakan salah satu strategi tersebut dengan menggandeng swasta sebagai mitra dalam pemberantasan korupsi.

Peluncuran gerakan ini merupakan langkah awal dalam pencegahan korupsi di sektor bisnis sebagai aksi kolaboratif oleh para pelaku usaha, instansi pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat. Menurut Deputi Pencegahan KPK RI, Pahala Nainggolan, melalui kegiatan ini KPK akan menerima masukan sebanyak-banyaknya dari berbagai pihak tentang korupsi di sektor swasta. Selama dua hari ini pula akan diadakan banyak diskusi mencakup pada perijinan usaha satu pintu, best practices dari luar negeri, dan banyak topik lainnya.

"Ke depan kami harapkan bahwa pemangku kepentingan akan bekerja dengan strategis bekerja sama dengan KPK untuk mencegah korupsi di sektor swasta. Sehingga pada akhirnya nanti semua upaya yang kami lakukan untuk perbaikan tata kelola di sektor pemerintahan akan peroleh efek berganda. Karena di sektor swasta akan muncul bisnis yang berintegrasi antara lain secara kebijakan tidak benarkan suap dan gratifikasi," kata Pahala.

Kepala Staf Kepresidenan yang juga aktivis antikorupsi, Teten Masduki menuturkan, langkah menggaet swasta dalam upaya pemberantasan korupsi adalah hal yang tepat. Karena swasta bersama masyarakat adalah pengelola ekonomi terbesar dibanding pemerintah. Selain itu, korupsi di sektor swasta juga akan berdampak dahsyat pada ekonomi seperti mark up nilai saham di Amerika atau yang pernah terjadi di Indonesia 1998 silam. (*)

KPK

BERITA REKOMENDASI