Berantas Pemalsuan dan Pencucian Uang Ini yang Dilakukan BI dan Polri

JAKARTA,KRJOGJA.com – Bank Indonesia (BI) dan Kepolisian Republik (Polri) memperkuat kerjasama terkait pengelolaan rupiah, sistem pembayaran, pengelolaan inflasi, sampai penanggulangan kejahatan di dunia maya. Hal itu diwujudkan lewat koordinasi video conference dengan seluruh Kepala Kepolisian Daerah dan semua Kantor Perwakilan BI di Indonesia.

Gubernur BI Agus Martowardojo dalam keterangannya mengatakan, koordinasi antara BI dan Polri selama ini telah berjalan dengan baik. Agus mengatakan, terkait dengan pengelolaan uang, kedua belah pihak fokus pada pemberantasan uang palsu.

"Kami apresiasi, paling tidak ada dua kasus pemalsuan di Jember dan kasus pemalsuan uang Tanah Laut di Kalimantan Selatan. Yang kami sampaikan Pak Kapolri terimakasih, yang terungkap bukan hanya menyalurkan, mengedarkan uang, tapi distributor pemodalnya semua kena," kata dia, Senin (5/6/2017).

Bukan hanya itu, terkait pengelolaan uang, kedua belah pihak juga menekankan penggunaan rupiah di seluruh wilayah Indonesia.

"Kedua terkait penggunaan rupiah dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), ini sudah disosialisakan, tadi dibicarakan juga Kapolda dan BI yang ada di Kepulauan Riau dan Bali. Kita diskusikan agar di seluruh Indonesia bisa diterapkan. Kita betul-betul harus komitmen semua transaksi NKRI harus dalam rupiah," ungkap Agus.

Terkait sistem pembayaran, Agus mengatakan, pihaknya lebih menyoroti pada badan usaha pengelola jasa keuangan khususnya penyelenggara Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing (Kupva) atau biasa disebut money changer. Saat ini, terdapat sekitar 783 money changer tidak berizin.

"Kita tahu kegiatan money changer tidak berizin itu ternyata bisa menyelenggarakan extra ordinary crime yaitu pencucian uang, korupsi, narkoba sampai pembiayaan terorism. Kita mesti tangani," imbuhnya.(*)

BERITA REKOMENDASI