Berbagi Upaya Pelestarian Kraton dan Dukungan Yogya City of Philosophy

Editor: Ivan Aditya

SAMARINDA (KRjogja.com) – Tim Travel Heritage Dinas Kebudayaan DIY melakukan perjalanan ke sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), 22-25 November 2015. Kegiatan ini menjadi salah satu realisasi program keistimewaan Yogya untuk Indonesia yang digaungkan Pemda DIY yang lebih konsen pada pelestarian cagar budaya.

"Ada dua hal pada misi yang kami emban selama di Kaltim ini, pertama terkait pengajuan Yogyakarta 'City of Philosophy' dan ikatan historis kraton di Kalimantan dan Yogyakarta," jelas Kepala Bidang Pelestarian Nilai dan Warisan Budaya Disbud DIY Dian Laksmi Pratiwi saat berkunjung ke Kantor BPCB Kaltim di kota Samarinda, Rabu (23/11/2016).

Travel Heritage ini juga bukan semata jalan-jalan untuk melihat heritage atau cagar budaya. Melainkan upaya memahami proses perjalanan heritage untuk diinformasikan kepada publik sebagai bentuk upaya pelestarian.

Kunjungan ini juga dinilai penting mengingat saat ini Pemda DIY sedang berupaya mengusulkan Yogya City of Philosophy di kawasan Sumbu Filosofis antara Tugu Pal Putih hingga Panggung Krapyak sebagai World Heritage di UNESCO. Sedang Kaltim sendiri saat ini sudah memasukkan Karst Sangkulirang-Mangkalihat di tentative list World Heritage UNESCO.

Sedang terpisah Kasubag Tata Usaha BPCB Kaltim Ririet Surjandari mengatakan meski kantor BPCB Kaltim baru didirikan belum lama namun sudah berupaya menjaga kelestarian warisan dan cagar budaya di Kaltim. Seperti diketahui, di Kalimantan sendiri ada dua kraton, yakni Kraton Kutai Kartanegara di Tenggarong dan Krayon Tayan di Kalimantan Barat.

"Rata-rata bangunan kraton di sini menggunakan kayu. Jadi pelestariannya tentu beda jika dibanding dengan kraton di Yogya. Sebenarnya upaya ini sudah dilakukan sejak tahun 90an, namun saat itu langsung ditangani Direktorat Pendidikan dan Kebudayaan pusat," sebut Ririet. (R-7)

BERITA REKOMENDASI