Beroperasi di Wilayah Timur, Maskapai Jangan Jual Tiket Harga Tinggi

JAKARTA.KRJOGJA.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengimbau, operator penerbangan sipil yang melayani pengguna jasa di kawasan Timur Indonesia untuk tidak menjual tiket pesawat dengan harga tinggi.

"Harga tiket harus disesuaikan dengan kemampuan masyarakat, sehingga saudara-saudara kita yang ada di kawasan itu bisa menikmati transportasi udara," kata Menhub Budi Karya Sumadi, saat membuka Rapat Koordinasi Teknis Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub, di Jakarta, Kamis (06/12/2018) malam.

Dalam acara itu juga ditandatangani  safety commitmen dengan seluruh operator penerbangan sipil, pengelola bandara dan Airnav Indonesia. "Komitmen yang sudah ditandatangani harus dijalankan. Bagi kami, keselamatan adalah harga mati yang tidak boleh ditawar-tawar," tegas Menhub.

Menhub pada kesempata  tersebut juga memaparkan, pembangunan infrastruktur  transportasi udara merupakan upaya strategis pemerintah dalam mewujudkan konektivitas di seluruh wilayah Indonesia. "Ini artinya, pemerintah peduli dengan rakyatnya. Tapi juga harus didukung oleh maskapai, karena  bandara yang dibangun harus diterbangi pesawat," tuturnya.

Menbub juga mengingatkan, dalam mengembangkan konektivitas di seluruh wilayah di Indonesia, tidak bisa seluruhnya ditanggung pemerintah. "Diperlukan peran swasta nasional, BUMN maupun asing untuk berinvestasi. Kalau ada bandara dikelola swasta, bukan berarti pemerintah menjual bandara itu, tapi dikerjasamakan dan akan kembali lagi kepada pemerintah," jelasnya.

Menurut Menhub, Infrastruktur transportasi udara harus terus dikembangkan untuk mewujudkan tercapainya konektivitas di seluruh wilayah Indonesia.  Sebagai negara kepulauan, transportasi udara sangat ideal untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Seperti diketahui, pertumbuhan penumpang dan kargo pada transportasi udara sejak tahun 2001 sampai 2018 mengalami pertumbuhan  signifikan. Indonesia adalah salah satu negara yang tingkat pertumbuhan penumpang udaranya cukup tinggi di dunia setelah China dan Amerika Serikat.

Menhub mencontohkan,  tahun 2015  penumpang yang diangkut baru 116 juta penumpang, meningkat menjadi 128 juta penumpang pada 2016 dan kargo udara 1.3 juta ton. (Imd)

BERITA REKOMENDASI