BI Pastikan Libur Lebaran Harga Sembako Terkendali

Editor: KRjogja/Gus

JAKARTA, KRjogja.com – Gubernur Bank Indonesia ( BI) Perry Warjiyo mengatakan, BI terus akan memantau dan memastikan, pasar di global dan domestik selama libur lebaran. BI juga memastikan, harga harga kebutuhan pokok tetap terkendali, kebutuhan uang besar dan kecil di kota dan daerah tersedia. 

Bahkan BI juga pastikan penukaran uang baru disediakan, sehingga kebutuhan lebaran bisa tersedia dengan mudah dan bisa juga membantu umat Islam untuk menunaikan zakat, infak, dan sodakoh untuk penukaran kecil.

“BI terus akan memantau dan memastikan, pasar di global dan domestik selama libur lebaran. BI juga memastikan, harga harga kebutuhan pokok tetap terkendali, kebutuhan uang besar dan kecil di kota dan daerah tersedia,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat (8/6).

Lebih lanjut dikatakan Perry, dalam pemantauan harga hingga minggu 1 Juli 2018,  indikator harga harga terkendali dan rendah. Hal ini terlihat karena inflasi meencapai 0,22 persen mtm, sedangkan inflasi kumulatif dari Januari- Juni mencapai 1,53 peraen dan inflasi tahunan sebesar 2,75 persen.

“Dari pemantauan harga minggu pertama kita estimasi Juni inflasi 0,22npersen mtm. Lalu secara kumulatif Jan-Jun 1,53 persen dan inflasi tahunan 2,75 persen Ini menunjukkan harga tetap terkendali dan rendah,” tegasnya.

Bahkan tambah Perry, kelompok harga barang makanan dan pokok itu rendah dan banyak deflasi. Terutama  cabai merah, bawang putih, cabai rawit, minyak goreng, udang. 
Tapi memang ada yang beberapa inflasi yang relatif tinggi, menjelang lebaran/musiman angkutan udara dan angkutan antar kota.
 
“Wajar untuk mesan tiket untuk melakukan perjalanan mudik. Komoditas yang besar seperti itu. Harga terkendali dan rendah. Makanan beberapa deflasi,” tegasnya.

Sementara itu Deputi BI Rosmaya mengatakan,  untuk keperluan uang menjelang ramadhan, sebesar Rp 188,2 triliun atau meningkat dari tahun laku yang mencapai Rp 163,2 triliun atau meningkat 15,3 persen. “ Tiap tahun, persediaan uang menjelang ramadhan dan idul fitri naik  13,9 persen. Tapi tahun ini meningkat 15,3 persen dengan jumlah Rp 163,2 triliun tahun lalu dan  sekarang Rp 188,2 triliun,” tegasnya. (Lmg)

 

BERITA REKOMENDASI