BI Ramal Defisit Transaksi Berjalan Capai 2,7 Persen

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Bank Indonesia (BI) memperkirakan defisit transaksi berjalan akan menurun ke kisaran 2,7 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) pada tahun ini. Sebagai pembanding, tahun lalu, defisit transaksi berjalan mencapai 2,9 persen dari PDB.

Sebelumnya, transaksi berjalan menggambarkan transaksi barang dan jasa suatu negara. Dalam kondisi defisit artinya penerimaan dari ekspor barang dan jasa lebih rendah dibandingkan pemasukan dari impornya.

"Secara keseluruhan 2019 (defisit transaksi berjalan) akan lebih baik, akan di bawah 3 persen (dari PDB) atau sekitar 2,7 persen," ujar Direktur Eksekutif Departemen Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI Endy Dwi Tjahjono.

Defisit transaksi berjalan yang membaik membuat neraca pembayaran Indonesia diramal surplus US$1,5 miliar sepanjang tahun. Kondisi itu membaik dari tahun sebelumnya yang mencatatkan defisit US$7,1 miliar.

Endy mengungkapkan membaiknya prospek defisit transaksi berjalan ditopang oleh beberapa faktor. Salah satunya, program campuran biodiesel pada minyak solar sebesar 20 persen (B20). (*)

BI

BERITA REKOMENDASI