BI Ramal Penyaluran Kredit Tumbuh 12 Persen

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Bank Indonesia (BI) memprediksi penyaluran kredit tahun depan tumbuh 10 persen-12 persen. Kalau benar bisa tercapai, pertumbuhan itu lebih tinggi dari proyeksi tahun ini yang hanya 8 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan proyeksi tersebut kemungkinan akan tercapai karena ada potensi kenaikan permintaan tahun depan. Kenaikan permintaan akan didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang diramal lebih tinggi dari tahun ini.

"Sebab ekonomi global dan ekspor juga akan meningkat. Konsumsi akan bagus dan investasi akan bagus," kata Perry.

Selain itu, Perry juga mengatakan potensi kenaikan kredit tahun depan juga akan dipengaruhi kebijakan penurunan suku bunga. Berdasarkan catatan BI, suku bunga pasar uang antar bank (PUAB) turun 115 basis poin (bps) menjadi 5,03 persen, suku bunga Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR) turun 119 bps menjadi 5,05 persen, suku bunga deposito rata-rata turun 51 bps menjadi 6,32 persen, dan suku bunga kredit modal kerja turun 32 bps menjadi 10,24 persen.

"Suku bunga akan semakin menurun, bunga pasar. Bunga kredit sekarang memang belum optimal dan akan lebih menurun tahun depan," ucap Perry.

Penopang permintaan kreditnya juga ia ramal datang dari beberapa kebijakan makroprudensial dan moneter BI, seperti penurunan bunga acuan dan pengawasan likuiditas industri perbankan. (*)

BI

BERITA REKOMENDASI