BKKBN Fokus Rebranding Pakai Media Digital

JAKARTA, KRJOGJA.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) fokus rebranding menggunakan media digital.

“Kita melakukan pendekatan pemasaran sosial berbasis ‘Internet of Thing’ yang salah satunya memanfaatkan media sosial dan terbukti cukup efektif dan berdampak bagi penyebarluasan informasi kepada masyarakat”, ” kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo pada sambutannya dalam Live Event ‘Workshop Melipatgandakan Followers Media Sosial BKKBN Dalam Rangka Perluasan Rebranding Program Banggakencana’ secara daring melalui Webex Meeting Online pada Kamis, 16 April 2020.

Menurut Hasto upaya tersebut didasari atas terjadinya perubahan lingkungan strategis yang membutuhkan perubahan dari BKKBN agar relevan dan terhubung dengan audiens terbesarnya yaitu generasi millenial dan zillenial. Mengapa Millenial dan Zillenial? Karena pembangunan Indonesia yang berkualitas dimulai dari hulu yaitu menyiapkan kehidupan berkeluarga.

Generasi muda ini merupakan fase terdepan dalam pembangunan siklus keluarga. Struktur penduduk pun telah berubah. Generasi ini mendominasi struktur penduduk Indonesia. Selain itu, karakteristik generasi muda ini sangat berbeda dengan generasi sebelumnya.  Penggunaan teknologi yang massif dan serba cepat membuat BKKBN harus segera menyesuaikan diri dalam berbagai hal, termasuk dalam penyampaian informasi. Jenis media yang digunakan sangat beragam dan banyak jenisnya. Cara baru harus dipikirkan.

“Dunia benar-benar berubah. Atas dasar itu BKKBN melakukan rebranding dan harus melakukan pembaharuan. Mereka para generasi muda kalau berbicara tentang keluarga begitu sudah menikah dia punya keinginan-keinginan dan aspirasi ke depannya seperti apa. Bila ada Pasangan Usia Subur (PUS) yang baru maka mereka (PUS) mempunyai ekspektasi, pasti ingin punya anak, ingin hidup mapan, dan lain-lain.Maka kita harus berangkat dari pikiran dia, jangan dari pikiran kita.”

BERITA REKOMENDASI