BKKBN Raih Sertifikat Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001:2016

JAKARTA, KRJOGJA.com – Reformasi birokrasi adalah media untuk melaksanakan pembangunan nasional, sebagai cara mewujudkan “World Class Bureaucracy” yang dicirikan dengan pelayanan publik yang semakin berkualitas dan tata kelola yang semakin efisien dan efektif.

Sasaran reformasi birokrasi ada tiga, yaitu birokrasi yang bersih dan akuntabel, birokrasi yang kapabel dan pelayanan publik yang prima.

Sekretaris Utama (Sestama) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Drs. Tavip Agus Rayanto, M.Si menyebutkan, ketiga sasaran tersebut terus diperbaiki capaian indikator-indikatornya.

“Dan hari ini juga bertepatan dengan capaian BKKBN khususnya di lingkungan Sestama BKKBN yang mendapatkan ISO 37001:2016 sebagai implementasi pembangunan budaya Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP). Budaya anti suap ini merupakan upaya perilaku anti korupsi,” sebut Tavip saat menyampaikan laporannya pada acara Monitoring dan Evaluasi Reformasi Birokrasi dan Upaya Peningkatan Inovasi Pelayanan Publik melalui virtual, Selasa (08/02/2022).

“Selain itu, pada sasaran birokrasi yang kapabel, BKKBN mendapatkan penghargaan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) sebagai satu-satunya Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) yang menerapkan Sistem Merit dalam Manajemen ASN Sangat Baik dengan nilai 364.5 dan Indeks 0.88,” tambah Tavip.

Senior Vice President Direktorat Komersial PT. Sucofindo, Yerry Taizar mengatakan, perolehan sertifikat ini dengan ruang lingkup seluruh ruang pekerjaan yang berada di lingkungan Sekretariat Utama BKKBN.

“Standar Sistem Manajemen ISO adalah suatu perangkat untuk memastikan bahwa suatu proses berjalan dengan konsisten,” ucap Yerry.

BERITA REKOMENDASI