BKN Bakal Musnahkan Pelamar Siluman CPNS

JAKARTA, KRJOGJA.com – Badan Kepegawaian Negara (BKN) mendeteksi adanya para pelamar siluman CPNS alias fiktif. Tren pelamar siluman itu terjadi pada tahun lalu, mereka bertujuan memenuhi formasi untuk menakut-nakuti calon peserta yang ingin mendaftar.

BKN mencontohkan ada formasi yang hanya membuka lima lowongan, tetapi ada oknum yang dicurigai mengerahkan peserta CPNS siluman agar ikut mendaftar. Hasilnya yang mendaftar seakan ada 200 orang dan membuat ragu pelamar lain untuk mendaftar.

Merespons hal itu, BKN mengambil inisiatif agar tidak menampilkan jumlah pendaftar tes CPNS pada suatu formasi. Tahun ini pun peserta hanya bisa melihat jumlah formasi saja tanpa melihat jumlah pesaing mereka.

"Sekarang yang diperlihatkan adalah jumlah formasi, sementara jumlah pendaftar tidak ada karena untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti di tahun 2018," jelas Plt Kabiro Humas BKN Paryono akhir pekan ini.

Pihak BKN pun menyayangkan taktik curang berupa pengerahan pelamar CPNS siluman. Padahal, tahun sebelumnya BKN sengaja menampilkan jumlah pelamar demi ada transparansi.

Untuk tahun ini jenis kompetisinya pun berupa blind competition, selayaknya orang yang melamar ke sebuah universitas. Para peserta tes CPNS pun diharapkan tidak ragu-ragu atau takut ketika melamar suatu formasi.

"Kepada para calon pelamar, kalau memang sudah menemukan formasi yang sudah dianggap pas, cocok dengan kukalitfikasi yang idmiliki, maka segera daftar mulai sekarang. Jangan sampai di akhir-akhir numpuk," Paryono menyarankan.

BKN telah menyiapkan sejumlah tempat yang akan menjadi lokasi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS 2019.

"Diestimasikan 641 titik lokasi telah disiapkan dan terdiri dari 33 titik lokasi milik BKN, 30 titik lokasi cost sharing dan 578 titik lokasi mandiri instansi," demikian yang dikutip Liputan6.com dari keterangan resmi, Rabu, 30 Oktober 2019.

Meski demikian, belum jelas dimana lokasi tes tersebut. Namun, kemungkinan besar informasi lokasi akan disampaikan lewat portal SSCASN, pada saat calon pelamar memilih lokasi tes.

Dalam keterangan resmi tersebut, BKN juga mengimbau pada calon pelamar untuk membaca dan memahami segala ketentuan pendaftaran yang akan tertuang pada portal SSCASN sebelum mendaftar.

Jika calon pelamar memiliki kesulitan, mereka bisa mengunjungi laman Frequently Asked Question (FAQ) agar segera mendapat jawaban dari kendala umum yang dihadapi pelamar.

"Jika FAQ tidak dapat memberikan jawaban, BKN menyediakan kanal helpdesk online sebagai media pengaduan," demikian tertulis di keterangan resmi.

Selain itu, calon pelamar juga bisa datang ke helpdesk offline di Kantor Pusat BKN dan Kantor Regional BKN.(*)

BERITA REKOMENDASI