BLK Kemnaker Tak Kalah Dengan yang Ada di Taiwan

JAKARTA, KRJOGJA.com – Selesai menghadiri penandatanganan  nota kesepahaman antara pemerintah Indonesia dan Taiwan mengenai perekrutan, penempatan dan perlindungan pekerja migran Indonesia, Menaker M. Hanif Dhakiri berkunjung ke training centre (Balai Latihan Kerja/BLK) Taoyuan – Taiwan.

Hanif berbangga hati karena peralatan yang dimiliki BLK milik Kemnaker tidak kalah dengan peralatan di Training Centre Taoyuan. "BLK Kemnaker memiliki peralatan yang bagus-bagus juga, sesuai dengan kebutuhan industri," katanya dalam pernyataannya di Jakarta, Minggu (16/12/2018).

Saat kunjungan tersebut, Hanif mempelajari hal baru yakni pentingnya memperhatikan kondisi psikologis peserta pelatihan untuk keberhasilan pelatihan. "Tidak hanya fokus belajar, peserta juga diberi berbagai fasilitas hiburan untuk menyegarkan kembali pikiran mereka usai mengikuti pelatihan di kelas," jelasnya.

Selain itu, Hanif juga kagum dengan program pelatihan Bakery yang menghabiskan waktu 600 jam hanya untuk belajar Bakery. Artinya harus fokus dan mendetail, sehingga semua bidang dari kejuruan tersebut dipelajari dengan baik. Ini hal bagus yang patut dicontoh dan kembangkan di BLK.

Dikatakannya,  saat ini Indonesia sedang mengalami bonus demografi dan akan mencapai puncaknya pada 2030. "Bonus demografi memiliki dua pilihan, berkah atau tantangan. Menjadi berkah kalau kualitas SDMnya sesuai dengan perkembangan zaman, menjadi tantangan jika kurang dipersiapkan secara matang menghadapi perubahan zaman," ujar Hanif.

Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kualitas SDM dengan memperbaiki akses dan mutu terhadap pelatihan kerja. Jadi, sekarang siapa saja boleh ikut pelatihan, tidak ada batasan pendidikan dan usia. (Ful)

BERITA REKOMENDASI