BPBD NTB Undang Pembaca KR Ikut Berperan Bangkitkan Lombok

Editor: KRjogja/Gus

LOMBOK, KRJOGJA.com – Pembaca Kedaulatan Rakyat (KR) dipersilahkan mengambil peran dalam kebangkitan kembali Lombok setelah mengalami bencana gempa bumi cukup lama. Peran tersebut dapat disinergikan dengan program lain yang telah disusun oleh pemerintah daerah.

“Untuk membangun kembali Lombok, tidak hanya peran pemerintah tetapi juga membutuhkan peran pihak swasta dan masyarakat,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, H Muhammad Rum kepada KR, Minggu (9/9/2018) di kantor sekretariat BPBD NTB di kompleks Gubernur NTB.

Kehadiran KR di BPBD NTB terkait dengan koordinasi rencana realisasi bantuan pembaca KR. Ikut hadir dalam pertemuan KR dengan Muhammad Rum, salah satu relawan yang ikut berperan dalam distribusi bantuan KR, Ustadz Syawaluddin.

Saat ini, melalui sumbangan Pembaca KR, telah didistribusikan kebutuhan darurat pengungsi, yakni seperti beras, mie instans, kebutuhan sekolah seperti buku, penggaris dan pulpen. Juga telah disalurkan kebutuhan yang terkait rehabilitasi korban, yakni pemberian peralatan pertukangan untuk membongkar bangunan yang roboh. Sumbangan Pembaca KR juga akan disalurkan untuk rekonstruksi.

Muhammad Rum dalam kesempatan itu memberikan apreasiasi dari langkah KR yang telah berperan dalam menghimpun dana masyarakat untuk kemudian disalurkan bagi keperluan korban gempa di Lombok. “Kebangkitan kembali Lombok, tidak mungkin hanya dilakukan oleh  pemerintah  tetapi juga membutuhkan peran pihak swasta maupun masyarakat,” ujar Rum.

Untuk keperluan tersebut, BPPD NTB mengundang KR dalam  rapat kordinasi dengan sejumlah stake holder, terkait peran yang akan diambil Pembaca KR dalam proses kembangkitan kembali Lombok setelah diguncang gempa sangat lama.

Dalam kesempatan itu Muhammad Rum mengungkapkan untuk keperluan kebangkitan kembali Lombok tersebut membutuhkan dukungan segala pihak. BPBD NTB sangat membuka peluang pihak lain untuk berperan.

Saat ini, para korban sedang memikirkan tidak tinggal lagi di lapangan terbuka dan kembali ke rumah. Namun rumah mereka tidak bisa ditinggali karena roboh atau rusak berat.  “Melihat banyaknya rumah yang rusak, untuk pengerjaan kembali rumah rusak membutuhkan waktu. Sambil menunggu kepastian pembagunan rumah, korban gempa bisa tinggal di rumah transisi,” ujar Muhammad Rum.

Sejauh ini, banyak model, konsep dari rumah transisi yang ditawarkan. Karena tidak masuk dalam program perintah, maka rumah transisi diharapkan banyak diperankan oleh pihak swasta dan masyarakat.

Untuk pembangunan kembali rumah rusak, belum semua korban gempa yang rumah rusak mendapatkan transfer dana dari pemerintah. Karena proses verifikasi masih terus belangsung.

Sementara itu, terkait dengan penyaluran bantuan Pembaca KR, Sabtu (8/9/2018) telah disalurkan bantuan di Dusun Selat Timur, Desa Selat Kecamatan Narmada Lombok Barat. Di daerah tersebut, banyak bangunan rusak belum dibongkar. Selain artco, juga diserahkan alat pertukangan seperti sekop, cangkul dan linggis. Kedatangan bantuan peralatan sangat melegakan, karena mereka menunggu datangnya alat berat untuk menghancurkan, untuk kemudian mengangkut material bongkahannya.

“Datangnya Artco tersnyata sangat tepat. Disaat alat berat tidak bisa masuk, maka Artco menjadi solusi,” ujar Sukiman, Ketua RW  6.

Pihaknya berharap setelah penghancuran rumah rusak, pemerintah segera merealisasikan bantuannya. Rumah mereka bisa berdiri kembali. (Jon)

 

BERITA REKOMENDASI