BPJAMSOSTEK Lakukan Validasi Berlapis Agar BSU Tepat Sasaran

Editor: KRjogja/Gus

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan akan memberikan subsidi kepada pekerja yang telah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) dengan ketentuan umum adalah gaji yang dilaporkan perusahaan atau pemberi kerja tidak lebih dari Rp5 juta perbulan.

Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto menjelaskan, pihaknya saat ini sedang melakukan finalisasi gelombang pertama daftar calon penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) menggunakan kriteria yang ditetapkan pemerintah menggunakan data kepesertaan. Saat ini juga terus dilakuka pengumpulkan data nomor rekening peserta.

“Dan secara simultan kami melakukan validasi atas data yang diterima secara berlapis untuk memastikan penerima BSU ini nantinya memang memenuhi kriteria yang ditentukan. Tujuannya, tidak lain untuk memastikan bantuan ini tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Agus di Jakarta, Jumat (21/8/2020).

Dalam kegiatan Webinar “Progress Validasi Data Peserta BPJAMSOSTEK Calon Penerima Bantuan Subsidi Upah” Agus menyebutkan, Untuk mewujudkan hal itu, pihaknya menerapkan serangkaian kriteria yang merujuk selain dari Permenaker, juga pada kriteria-kriteria normatif agar dana BSU tepat sasaran. “Calon Penerima Program Subsidi Upah ini sedikitnya berjumlah 15,7 juta pekerja yang merupakan peserta aktif yang tersebar di penjuru Indonesia,” tuturnya.

Agus mengungkapkan tentang Permenaker 14/2020 mengensi kriteria yang diterapkan antara lain pekerja merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), masuk pada kategori pekerja Penerima Upah (PU), merupakan peserta BPJAMSOSTEK aktif sampai dengan Juni 2020, dan memiliki upah terakhir di bawah Rp5 juta sesuai data yang dilaporkan perusahaan dan tercatat pada BPJAMSOSTEK.

Selain berpaku pada kriteria tersebut, BPJAMSOSTEK juga menerapkan validasi berlapis untuk mengantisipasi kemungkinan dana BSU tidak tepat sasaran.Terdapat sedikitnya tiga tahapan validasi yang dilakukan, pertama yaitu validasi awal yang dilakukan bersama pihak eksternal yaitu perbankan. Pada tahap ini, nomor rekening yang telah dikumpulkan sebanyak lebih dari 13,5 juta nomor rekening.

BERITA REKOMENDASI