BPJS Kesehatan Terancam Defisit Rp 9 Triliun

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menyebut terdapat kemungkinan mengalami selisih ketidaksesuaian (mismatch) antara iuran yang didapat dengan biaya manfaat yang harus dikeluarkan sehingga menyebabkan defisit.

Direktur Kepatuhan Hukum dan Hubungan antar Lembaga BPJS Kesehatan, Bayu Wahyudi mengungkapkan, selisih anggaran tersebut terjadi lantaran nilai iuran yang jauh di bawah standar yang ditetapkan. Bahkan, kata Bayu, selisih tersebut bisa menyebabkan BPJS Kesehatan menelan defisit anggaran hingga Rp 9 triliun.

"Ada ketidakseimbangan antara iuran dan pemakaian. Perhitungan kami ini bisa defisit sampai Rp9 triliun," kata Bayu.

Defisit ini sendiri, diakui Bayu diketahui dari hasil perhitungan aktuaria mengenai tarif iuran yang ideal.  Dari perhitungan saat ini, lembaga pelayanan kesehatan masyarakat itu justru diketahui harus menanggung mismatch karena tarif iuran yang tidak mencapai keekonomian, khususnya untuk peserta golongan Penerima Bantuan Iuran (PBI). (*)

BERITA REKOMENDASI