BPJS Ketenagakerjaan Jalin Kerjasama dengan Agregator

Editor: KRjogja/Gus

JAKARTA (KRjogja.com) – Direktur Kepesertaan dan HAL BPJS Ketenagakerjaan E Ilyas Lubis mengatakan, kerjasama dengan tujuh Agregator non Perbankan merupakan salah satu strategi perluasan kepesertaan yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan untuk melindungi seluruh pekerja Indonesia, terutama pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) dari risiko pekerjaan yang terjadi.

 

"Sehubungan hal ini BPJS Ketenagakerjaan akan melakukan sosialisasi, monitoring, dan evaluasi terkait kerjasama dengan tujuh Agregator," kata Ilyas di Jakarta, Rabu (9/8/2016) malam.

Mengenai tujuh agregator tersebut antara lain PT Fusindo Soka, PT Bakoel Nusantara, PT Butracotama Sentosa, PT Niagaprima Paramitra, PT Design Jaya Indonesia, PT Sarana Pactindo dan PT Indosat, Tbk. Ilyas menjelaskan, pekerja BPU itu merupakan pekerja sektor informal seperti pedagang, nelayan, petani dan sebagainya dengan jumlah mencapai 45,9 juta pekerja.

"Sedang manfaat perlindungan yang diberikan program BPJS Ketenagakerjaan kepada pekerja BPU di antaranya, pengobatan sampai sembuh tanpa batasan biaya bagi pekerja yang mengalami kecelakaan kerja dan pemberian santunan hingga 48 kali upah bagi ahli waris pekerja korban kecelakaan kerja yang meninggal dunia. Semua perlindungan itu diberikan hanya dengan membayar iuran sebesar Rp16.800 untuk kepesertaan program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM)," tandas Ilyas. (Ful)

BERITA REKOMENDASI