BPPT Bikin Rapid Test Corona, Mampu Deteksi Hingga 15 Menit

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa pihaknya melalui Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mendorong pengembangan alat tes atau deteksi COVID-19.

Menristek mengatakan bahwa rapid test ini bisa dipakai dan hasilnya bisa keluar kira-kira 10-15 menit. Akan tetapi, ada kemungkinan false negatif yang mengakibatkan pengujian dengan rapid test ini tidak bisa dilakukan hanya satu kali.

“Harus ada pemeriksaan berikutnya, tetapi kalau diperiksa langsung positif itu artinya bisa segra langsung ditangani,” kata Bambang melalui live streaming YouTube hari ini (6/4/2020).

Menristek juga menyebut tentang pengembangan ventilator. Melalui tim dari BPPT, sudah mencapai tahap membuat portabel ventilator.

“Sudah diuji antara dokter, saat ini diuji Kemenkes, diuji di rumah sakit, dalam waktu 2 minggu portabel ventilator ini bisa diproduksi dalam jumlah besar. Paling tidak membantu pasien yang non-ICU. Yang lebih penting lagi, TKDN hampir 100 persen,” kata Bambang.

Selain itu, Kemenristek juga mendorong tenaga medis, khususnya di Kota Tangerang Selatan. Wisma tamu Puspiptek di Tangerang Selatan akan dialihfungsikan sebagai lokasi istirahat tenaga medis.

BERITA REKOMENDASI