BPPT Modifikasi Cuaca Ekstrem di Jabodetabek

JAKARTA, KRJOGJA.com – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berupaya meminimalisasi cuaca ekstrem yang melanda Jabodetabek. Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) kembali dilakukan Jumat (3/1 2020)

Kepala BPPT Hamman Riza mengatakan TMC berhasil meminimalisasi curah hujan saat 2013. Sehingga bencana banjir tidak menggenangi Ibu Kota dan sekitarnya. 
 
"Pengalaman kita di 2013 sampai 2014 itu mampu mengurangi curah hujan 30 sampai 40 persen," ujar Hamman di Gedung BPPT  Jakarta ,Jumat (3/1 2020)

Operasi TMC menggunakan pesawat terbang jenis CASA 212-200 dengan registrasi A-2105 dan CN-295. Di dalamnya berisikan garam untuk menyirami wilayah yang sudah ditentukan agar hujan turun sebelum jatuh ke Jabodetabek. 

Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT Tri Handoko Seto menjelaskan, kedua pesawat dapat membawa maksimal delapan ton garam setiap harinya untuk TMC. Dalam sehari TMC dilakukan sebanyak empat kali. 

"Tapi kalau mungkin butuh lebih pesawat dan kru siap melakukan pekerjaan itu. Setiap hari enam sampai delapan ton," tuturnya. 

Berdasarkan informasi yang diterima, hingga sore ini sudah tiga pesawat diberangkatkan untuk menaburkan garam di sejumlah titik yang sudah ditentukan. "Hari ini rencananya empat. Berangkat dari Halim Perdanakusuma," pungkasnya.(ati)
 

BERITA REKOMENDASI