BRI Fasilitasi Kredit Joint Borrower Bagi Pertamina Grup

Editor: Ary B Prass

JAKARTA, KRJOGJA.com – BRI dan Pertamina Grup berkolaborasi dalam mendukung kemajian industri migas Indonesia. Direktur Bisnis Wholesale dan Kelembagaan BRI, Agus Noorsanto menyatakan kerja sama itu adalah wujud dari sinergi positif antar-BUMN guna mendukung program pemerintah dalam membangun perekonomian negeri, khususnya pada sektor minyak dan gas.

Salah satu dukungan tersebut di antaranya adalah melalui penandatanganan Fasilitas Joint Borrower BRI dengan Pertamina dan Subholding, bertempat di Kantor Pusat Pertamina (25/10).

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Wholesale dan Kelembagaan BRI Agus Noorsanto, Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini, CEO PT Pertamina Hulu Energi Budiman Parhusip, Direktur Keuangan PT Kilang Pertamina Internasional Fransetya Hasudungan Hutabarat, Direktur Keuangan PT Pertamina Patra Niaga Arya Suprihadi, CEO PT Pertamina International Shipping Erry Widiastono, dan CEO PT Pertamina Power Indonesia Dannif Utojo Danu.

Agus menjelaskan penyediaan fasilitas kredit ini menggunakan skema pinjaman bersama (joint borrower) yang dapat digunakan secara fleksibel oleh masing-masing perusahaan anggota Pertamina Grup. “Skema joint borrower ini kami tujukan agar mekanisme pinjaman dapat lebih berfungsi secara dinamis antar masing-masing perusahaan, sehingga menghindari kredit yang tidak dipergunakan (idle facility). Ini tentunya sesuai dengan visi BRI kedepannya, yaitu sebagai bank penyalur kredit korporasi dengan solusi beragam dan inovatif,” ucap Agus.

Menurut Agus, fasilitas kredit tersebut nantinya akan dimanfaatkan secara bersama-sama oleh PT Pertamina (Persero) sebagai induk usaha dan para subholding. Agus merinci berbagai subholding yang menggunakannya adalah PT Pertamina Hulu Energi sebagai Subholding Upstream (SHU), PT Kilang Pertamina Internasional sebagai Subholding Refinary & Petrochemical (RNP), PT Pertamina Patra Niaga sebagai Subholding Commercial & Trading (CNT), PT Pertamina International Shipping sebagai Subholding Shipping (SH Shipping), dan PT Pertamina Power Indonesia sebagai Subholding Power, New and Renewable Energy (SH NRE).

“Penyaluran fasilitas kredit joint borrower juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan Pertamina kepada kami, serta merupakan salah satu wujud komitmen kami dalam mendukung pengembangan bisnis global Pertamina,” tuturnya. Agus menambahkan sinergi yang terjalin antara BRI dan Pertamina Grup ini juga diwujudkan melalui penyediaan berbagai produk dan layanan perbankan yang dapat meningkatkan efisiensi dan pengelolaan likuiditas.

Selain itu, untuk transaksi valas, BRI juga aktif memberikan solusi yang dapat membantu terpenuhinya kebutuhan Pertamina, antara lain melalui transaksi forex harian, transaksi derivatif, dan tripartite treasury.
“Salah satunya BRICams, national pooling, dan cash card,” ungkap Agus. BRI dan Pertamina juga turut melakukan pengembangan sistem bersama yang menjadi fundamental transaksi harian dalam bentuk corporate payable dan autocollection. “Hal ini merupakan salah satu wujud komitmen BRI dalam memberikan solusi terintegrasi bagi nasabah maupun mitra bisnis BRI,” beber Agus. Pada segmen karyawan, BRI juga memberikan solusi melalui penyediaan fasilitas berbentuk pembiayaan konsumer, dan lain-lainnya. (*)

BERITA REKOMENDASI