Brimob Tegaskan Senjata Impor Polri Tak Berbahaya

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kepala Korps Brimob Polri Irjen Murad Ismail mengungkapkan 280 pucuk senjata dan 5932 butir amunisi yang diimpornya bukan termasuk senjata berbahaya. Penggunaannya lebih untuk memberi efek kejut pada situasi rusuh.

"Saya tegaskan (senjata ini) bukan untuk membunuh, tapi untuk mengejutkan," tegasnya.

Murad menjelaskan, senjata ini dipakai dalam situasi huru-hara dan sifatnya tidak membahayakan. Misalnya, Polisi menembakkan senjata ini ketika sasaran bersembunyi bersembunyi di balik pohon, agar sasaran kabur.

Amunisinya pun jenisnya peluru tabur. Larasnya tidak memiliki alur yang biasa ada pada senjata mematikan. Jarak tembaknya paling jauh 100 meter. Penggunanya pun sudah terlatih.

Ia menambahkan, senjata tersebut akan disebar di sejumlah daerah rawan konflik, seperti Poso, Sulawesi Tengah, dan Papua. Menurutnya, kebutuhan akan senjata itu tak lepas dari fungsi Brimob Polri yang berbeda dengan satuan lain di Polri. Yakni, menangani kasus gangguan keamanan level tinggi, seperti antiterorisme. (*)

BERITA REKOMENDASI