BSN Tetapkan SNI ISO/PAS 45005:2020

Editor: KRjogja/Gus

JAKARTA, KRjogja.com – Pandemi Covid-19 yang terjadi secara tak terduga dan hingga saat ini masih terus melanda dunia termasuk Indonesia. Hampir seluruh sektor dan aspek terkena dampaknya. Begitu pula, berimbas juga kepada suatu organisasi.

Hal ini tentunya memerlukan suatu sistem penanganan bagi para organisasi yang mempekerjakan beberapa atau bahkan banyak pekerja. Perlunya sistem tentang bagaimana mengelola risiko yang timbul dari Covid-19, bagaimana melindungi kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan para pekerja, dan pihak terkait lain yang terlibat dalam proses bisnis suatu organisasi.

Dilatarbelakangi hal tersebut dan berdasarkan Keputusan Kepala Badan Standardisasi Nasional BSN Nomor 68/ KEP/ BSN/3/2021, Badan Standardisasi Nasional (BSN) baru saja menetapkan SNI ISO/PAS 45005 : 2020 Manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) – Pedoman umum K3 untuk bekerja selama pandemi COVID-19 pada Maret ini.

Deputi Bidang Pengembangan Standardisasi BSN, Nasrudin Irawan di Jakarta pada Kamis (25/03/2021) mengatakan, standar ini merupakan hasil adopsi identik dengan metode republikasi reprint dari standar ISO/PAS 45005:2020 Occupational health and safety management — General guidelines for safe working during the COVID-19 pandemic yang dikembangkan oleh ISO/TC 283 Occupational health and safety management yang diterbitkan di bulan Desember 2020.

“SNI ini disusun oleh Komite Teknis 13-01 Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan BSN sebagai sekretariat Komite Teknis. Standar ini telah dibahas dalam rapat konsensus secara virtual pada tanggal 28 Januari 2021 yang dihadiri oleh para pemangku kepentingan (stakeholder) terkait, yaitu perwakilan dari pelaku usaha, konsumen, pakar dan pemerintah” terang Nasrudin.

SNI ISO/PAS 45005:2020 memberikan pedoman bagi organisasi tentang cara mengelola risiko yang timbul dari COVID-19 untuk melindungi kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan terkait pekerjaan. Standar ini berlaku untuk organisasi dengan semua ukuran dan sektor, termasuk yang telah beroperasi selama pandemi; sedang melanjutkan atau berencana untuk melanjutkan operasi setelah penutupan penuh atau sebagian; menempati kembali tempat kerja yang telah ditutup sepenuhnya atau sebagian; serta baru dan berencana beroperasi untuk pertama kalinya.

Kendati demikian, tambah Nasrudin, standar ini tidak dimaksudkan untuk memberikan panduan tentang bagaimana mengimplementasikan protokol pengendalian infeksi tertentu dalam pengaturan klinis, perawatan kesehatan dan lainnya. Peraturan perundangan dan pedoman yang diberlakukan pemerintah, regulator dan otoritas kesehatan untuk pekerja harus selaras dalam penerapan standar ini.

BSN

BERITA REKOMENDASI