Budaya ‘Bentengi’ Anak Cucu dari Pengaruh Asing

JAKARTA, KRJOGJA.com – Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi saat membacakan sambutan Mendikbud Muhadjir Effendi pada Pembukaan Kongres Kebudayaan di Jakarta Rabu (5/12 2018) menilai kegiatan ini merupakan salah satu tonggak sejarah adalah telah dikeluarkannya UU Nomor 5 Tahun 2017. 

"Pendidikan dan kebudayaan harus menjadi satu kesatuan yang utuh, sehingga kebudayaan dapat dirasakan pula di sekolah-sekolah dan di lingkungan masyarakat," ujarnya.

Menurut Didik kongres ini bukan hanya presentasi makalah, tetapi harus menjadi perayaan bagi kita semua bahwa kebudayaan sudah punya dasar hukum yang kuat, yang bisa menjadi tonggak dan panduan bagi kita semua, sehingga kebudayaan Indonesia.

"Ini bisa menunjukan jati dirinya lebih kuat lagi. Dengan strategi kebudayaan anak cucu kita dapat dibentengi dari pengaruh asing, sehingga kebudayaan kita masih seperti kebudayaan Indonesia yang kita kenal," tegasnya.

Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid menjelaskan persiapan kongres sudah mencapai harinya.  Ini dimulai dari amanat pasal 32 ayat 1 UUD dimana negara memajukan kebudayaan.

"Ini sudah dibahas sejak 1918 dan tidak jadi-jadi, Alhamdulillah tahun kemarin kami berhasil menyelesaikannya. Tentu dengan arahan Menteri, 27 April 2017 akhirnya ditetapkan uu no 5/2017 melengkapi uu cagar budaya  dan perfilman, dan lain-lain." (ati)

BERITA REKOMENDASI