Budaya Kerja ‘WIN Way’ Diterapkan di Kemenpar

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Pariwisata Indonesia sudah ditetapkan sebagai leading sector  pembangunan sehingga Indonesia harus siap bersaing dengan negara lain di bidang ini. Namun untuk bersaing ini Indonesia ternyata masih dinilai lelet atau lambat. Bahkan, kurang sanggup dalam berkompetisi karena masih berpatokan pada pola dan kebiasaan lama yang buruk.

"Persaingan ke depan adalah siapa yang cepat memakan yang lambat, bukan yang besar mengalahkan yang kecil.  Thailand, Malaysia, dan Singapura menjadi kompetitor Indonesia dalam persaingan sektor pariwisata. Karena itulah, jika regulator masih lelet, maka daya saing negeri ini tidak akan sanggup berkompetisi di level global," kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pada acara peluncuran budaya kerja WIN Way bertempat di Jakarta, Rabu (23/05/2018).

Karena itu, kata Arief Yahya, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus memperbaiki diri dengan membangun budaya kerja untuk meninggalkan pola dan kebiasaan lama yang buruk.

Dipaparkan, dengan WIN Way menjadi jurus atau cara untuk memenangkan kompetisi, yaitu dengan Solid, Speed, dan Smart (3S). Budaya kerja menjadi pilar pembentuk karakter. "Guna mencapai 'bukit-bukit kemenangan' haruslah dicapai dengan cara-cara WIN Way,” tegasnya.

Menpar mengatakan, untuk menjadi pemenang seorang pemimpin harus memiliki dua elemen dasar, yaitu  Great Spirit dan Grand Strategy Yang pertama menyangkut Heart  (hati), yang kedua menyangkut Head (pikiran).  Great Spirit berkaitan dengan semangat tinggi yang terbentuk oleh keyakinan (belief), nilai-nilai (values), dan perilaku (behaviour) yang utama dan mulia. 

"Grand Strategy  berkaitan dengan visi, strategi, model bisnis, atau eksekusi ekselen yang terbangun dari analisis dan daya pikir yang mumpuni. Sementara Spirit  dan strategi merupakan dua elemen dasar yang saling melengkapi dan mengisi, sehingga tidak bisa dipisahkan satu dari yang lain. Itu sebabnya kunci kesuksesan pemimpin ditentukan oleh kemampuannya menyeimbangkan dan mengharmonikan keduanya."

Menpar berpesan bahwa setiap pegawai di kemenpar adalah seorang agen perubahan dan harus menjadi seorang pemenang atau culture champions. Para pemimpin di Kemenpar mempunyai peran sebagai teladan dan panutan (role model), penjaga nilai-nilai WIN Way (guardian), pembimbing (coach), penerjemah nilai-nilai WIN Way (translator) serta motivator bagi anak buahnya.

"Pemimpin tidak pernah merasakan lelah, sebelum berhasil mencapai mimpinya. Hanya energi yang besar dari seorang pemimpin yang dapat menularkan semangat kerja pada seluruh pasukannya,” ujar Menpar tegas. ( Lmg)

BERITA REKOMENDASI