Bupati : RAPBD 2022 Wonogiri Turun Rp 661,7 M

Editor: Ivan Aditya

WONOGIRl, KRJOGJA.com – Bupati Wonogiri Joko Sutopo menyampaikan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Wonogiri TA 2022. Jika dibanding tahun 2021 lalu rancangan tersebut anjlok hingga 36,15 persen dibandingkan tahun 2021. Menurut dia penurunan disebabkan dana transfer dari pusat dan bantuan provinsi belum jelas kisarannya dalam RAPBD Tahun Anggaran 2022.

Di depan sidang paripurna DPRD Wonogiri, Senin (11/10), bupati menyebutkan RAPBD direncanakan sebesar Rp 1,691 triliun. Angka ini turun Rp 661,717 miliar (atau 36,15 persen)  dibandingkan penetapan APBD 2021 sebesar Rp 2,303 triliun.

Bupati Wonogiri maupun Ketua DPRD Wonogiri Sriyono SPd yang ditemui wartawan usai sidang paripurna mengakui RAPBD 2022 turun karena dana transfer dari provinsi maupun pusat belum diketahui secara pasti angkanya sehingga terkesan berkurang. Kedua elit Pemerintah Kabupaten Wonogiri ini yakin kedua sumber dana yang diterima rutin saban tahun akan ditransfer ke Pemkab Wonogiri.

Lantaran pengurangan itu, kata dia, pemkab bakal melakukan rasionalisasi anggaran di sejumlah pos di luar urusan wajib. Belanja daerah diprioritaskan untuk mendanai belanja yang bersifat mengikat dan wajib. Misalnya adalah belanja ASN dan alokasi dana desa.

Selain itu, belanja daerah dialokasikan untuk memenuhi urusan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar, urusan pemerintahan non pelayanan dasar, urusan pilihan dan fungsi penunjang urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah, dan untuk pengentasan kemiskinan serta mengurangi pengangguran.

Pemkab juga harus fokus dalam percepatan pemulihan dan penanganan sosial, kemiskinan dan penurunan daya beli masyarakat sebagai dampak pandemi. Selain itu penyediaan sarana prasarana kesehatan guna penanganan pasien Covid-19 dan sosialisasi pencegahan dengan perilaku new normal sebagai antisipasi meluasnya Covid-19. (Dsh)

BERITA REKOMENDASI